SINTANG – Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, melayat ke rumah duka Martini, korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus Damri rute Sintang–Pontianak di kawasan Penyeladi, Kabupaten Sanggau. Kunjungan tersebut dilakukan pada Senin, 6 April 2026, sebagai bentuk belasungkawa kepada keluarga korban.
Martini diketahui merupakan warga Gang Wiyata 2, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang. Ia bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di UPT Laboratorium Kesehatan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Saat Bupati Bala tiba di lokasi, suasana duka menyelimuti kediaman korban. Sejumlah pelayat tampak memadati rumah duka, sementara warga sekitar bergotong royong memasang tenda untuk keperluan prosesi pemakaman.
Dalam keterangannya, Bupati Bala menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya korban. Ia menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk empati dan kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya yang tertimpa musibah.
“Kita berbelasungkawa, apalagi yang bersangkutan merupakan warga Sintang,” ujar Bala usai melayat.
Ia juga menyebut bahwa almarhumah merupakan bagian dari ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. “Yang jelas beliau sekarang pegawai provinsi,” tambahnya.
Seperti diketahui, kecelakaan bus Damri Sintang–Pontianak yang terjadi pada Minggu, 5 April 2026 di tikungan turunan Penyeladi, Kabupaten Sanggau, mengakibatkan korban jiwa dan sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik dan pemerintah daerah setempat.






