SINTANG – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Nekodimus, berharap hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) benar-benar diwujudkan dalam program prioritas, khususnya yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Menurutnya, perhatian serius dari pemerintah provinsi sangat dibutuhkan, terutama untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Sintang.
Hal tersebut disampaikan Nekodimus usai menghadiri Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat Kabupaten Sintang yang digelar di Pendopo Bupati Sintang, Kamis, 9 April 2026.
“Kita berharap program prioritas yang sudah direncanakan benar-benar dilaksanakan di daerah kita. Terutama yang menjadi kewenangan provinsi, seperti infrastruktur jalan, harus menjadi fokus,” ujarnya.
Politisi Partai Hanura itu menegaskan, pihaknya telah menyampaikan berbagai usulan dari Pemerintah Kabupaten Sintang agar dapat diakomodasi di tingkat provinsi. Namun, realisasi program tersebut tetap bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
“Kita sudah sampaikan agar usulan dari kabupaten bisa ditampung di provinsi. Tapi semua kembali pada kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.
Diketahui, terdapat dua ruas jalan provinsi di Kabupaten Sintang yang hingga kini menjadi perhatian karena kondisinya yang memprihatinkan.
Pertama, ruas Simpang Medang–Nanga Tebidah hingga Serawai. Khususnya pada jalur Tebidah menuju Serawai, terutama di wilayah Bunyau-Serawai kondisi jalan kerap dikeluhkan warga karena rusak parah. Akibatnya, masyarakat lebih memilih memutar melalui Kabupaten Melawi.
Kondisi serupa juga terjadi pada ruas jalan Sintang menuju Semubuk. Meski sebagian jalan menuju Binjai sudah cukup baik dan beraspal, namun di wilayah Pedadang hingga Semubuk kondisinya masih rusak berat. Bahkan kendaraan roda empat sulit melintas di jalur tersebut.
Akibat kerusakan itu, warga di wilayah perbatasan terpaksa menempuh jalur alternatif yang jauh lebih panjang, yakni melalui Sintang, Sekadau, Sanggau, Balai Karangan, hingga masuk ke Jalan Paralel Perbatasan menuju Senaning di Kecamatan Ketungau Hulu.
Nekodimus berharap kondisi ini segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat agar akses transportasi masyarakat bisa kembali lancar dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.





