SINTANG – Menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) turun langsung ke Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan penyuluhan dan edukasi pencegahan karhutla berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Sintang, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah TNI dalam meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi ancaman karhutla.
Penyuluhan dipimpin langsung Kepala Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Brigjen TNI Parlindangan Hutagalung yang juga menjadi Ketua Tim Penyuluhan Mabes TNI di Kabupaten Sintang.
Brigjen TNI Parlindangan Hugagalung mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden kepada Panglima TNI untuk membentuk satuan tugas (satgas) yang fokus pada sosialisasi dan penyuluhan mengenai penanggulangan serta pencegahan karhutla.
“Pak Presiden kemudian telah memerintahkan Panglima TNI untuk membentuk satgas-satgas, khususnya satgas untuk memberikan sosialisasi maupun penyuluhan tentang penanggulangan karhutla maupun pencegahan,” kata Brigjen TNI Parlindangan Hutagalung.
Menurutnya, tim penyuluhan Mabes TNI dibagi ke sejumlah wilayah yang dinilai membutuhkan penguatan dalam upaya pencegahan karhutla. Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang menjadi sasaran kegiatan tersebut.
“Kita dibagi dalam beberapa wilayah, salah satunya adalah Kalbar. Kalbar itu terbagi dari beberapa kabupaten/kota,” ujarnya.
Khusus di Kabupaten Sintang, Brigjen TNI Parlindangan Hutagalung bersama 13 orang anggota tim penyuluh akan melaksanakan kegiatan selama 30 hari.
Selama berada di Sintang, tim akan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya karhutla.
“Saya Brigjen TNI Parlindangan Hutagalung beserta 13 orang tim penyuluh ini melakukan kegiatan di Sintang selama 30 hari, memberikan sosialisasi maupun edukasi kepada masyarakat bagaimana khususnya upaya pencegahan terhadap karhutla,” jelasnya.
Selain pencegahan, tim juga akan mendorong terbentuknya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, TNI, Polri dan berbagai pihak terkait dalam menghadapi karhutla.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi juga melalui langkah antisipasi secara berkelanjutan.
“Kemudian bagaimana membentuk kolaborasi untuk penanganan karhutla, baik sekarang maupun ke depan,” katanya.
Brigjen TNI Parlindangan Hutugalung berharap upaya bersama tersebut dapat menekan kejadian karhutla seminimal mungkin, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
“Sehingga diharapkan ke depan karhutla bisa kita kendalikan seminimal mungkin. Dengan demikian diharapkan kegiatan masyarakat itu tidak berbenturan dengan kepentingan bagaimana kita membuat lingkungan kita ini tetap kondusif, aman, tidak ada karhutla,” pungkasnya.





