JAKARTA – Kecelakaan Bus Damri rute Sintang–Pontianak yang terjadi di wilayah Penyeladi, Kabupaten Sanggau, dan menewaskan satu orang serta menyebabkan puluhan penumpang luka-luka, mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus.
Dalam rapat kerja bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) terkait evaluasi pelaksanaan infrastruktur pasca Lebaran 2026, Selasa (7/4/2026), Lasarus menyoroti kondisi jalan nasional yang dinilai masih belum memenuhi standar, khususnya dari sisi lebar jalan.
Ia menyebut, kecelakaan yang melibatkan bus berukuran besar tersebut salah satunya dipicu oleh sempitnya ruas jalan di lokasi kejadian.
“Masih banyak jalan nasional yang belum memenuhi standar dari sisi kualitas, terutama terkait dengan lebar jalan. Kejadian kemarin di Sanggau, bus Damri kecelakaan mengakibatkan korban meninggal, ini ada pengaruh karena sempitnya jalan,” ujarnya.
Menurut Lasarus, kondisi jalan yang tidak sesuai standar menjadi berisiko tinggi, terutama ketika dilalui kendaraan besar dari dua arah secara bersamaan.
“Bus yang masuk sudah ukuran besar. Jadi kalau tidak ada yang mau mengalah, pasti terjadi benturan. Karena sama-sama berjalan di ruas jalan yang tidak memenuhi standar, pasti akan terjadi senggolan atau kecelakaan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kondisi jalan nasional di Kalimantan Barat masih belum merata. Beberapa ruas seperti dari Sekadau menuju Sintang ada beberapa yang memenuhi standar. Namun, kondisi berbeda terjadi pada jalur dari Sintang menuju Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu.
“Kalau dari Sintang menuju Kapuas Hulu, hampir 100 persen lebar jalannya masih di bawah standar jalan nasional. Ini yang perlu menjadi perhatian dan prioritas,” katanya.






