SINTANG – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Sintang beberapa waktu lalu berdampak signifikan terhadap masyarakat dan infrastruktur di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sepauk, Tempunak, dan Ketungau Hulu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang mencatat ribuan warga terdampak akibat bencana tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sintang, Benyamin, mengungkapkan bahwa banjir terjadi di 15 desa yang tersebar di tiga kecamatan tersebut. Berdasarkan data BPBD, sebanyak 1.385 kepala keluarga atau 10.928 jiwa terdampak langsung oleh banjir.
“Selain itu, tercatat 51 unit rumah warga terdampak dan 12 unit jembatan mengalami kerusakan akibat terjangan banjir,” ujar Benyamin saat dikonfirmasi.
Tak hanya permukiman dan akses transportasi, banjir juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum. BPBD mencatat total 20 fasilitas umum terdampak, dengan rincian 8 unit mengalami rusak berat dan 14 unit rusak ringan. Sementara itu, tidak terdapat fasilitas umum dengan kategori rusak sedang.
Benyamin menambahkan, saat ini BPBD Kabupaten Sintang masih menunggu kedatangan tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dalam perjalanan dari Kabupaten Melawi menuju Sintang untuk menyerahkan bantuan bagi para korban banjir.
“Kami masih menunggu rombongan dari BNPB yang akan menyerahkan bantuan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak,” jelasnya.





