SINTANG – Sebanyak 23 butir peluru ditemukan di halaman belakang rumah dinas camat Sungai Tebelian. Peluru tersebut ditemukan saat staf camat membersihkan halaman.
Camat Tebelian, Karjito membenarkan temuan peluru tersebut. Namun ia tidak mengetahui asal muasal peluru itu.
“Penemuan peluru tersebut terjadi saat staf saya kerja bakti pada Sabtu dan Minggu di rumah dinas camat. Hasil kerja bakti itu, sampahnya dibakar. Saat itulah, staf saya mendengar adanya ledakan keras pada sore hari,” ungkap Karjito.
Awalnya stafnya tersebut tidak mengira bahwa ledakan tersebut berasal dari amunisi atau peluru. Dia hanya mengira ledakan itu dari botol biasa atau botol bekas minyak wangi.
“Keesokan harinya, dia mencongkel bekas pembakaran. Ternyata ada sisa ledakan dari dalam botol Aqua berukuran sedang yang berisi amunisi. Amunisi tersebut ada yang sudah keluar namun tidak meledak. Ada pula yang masih di dalam botol, semuanya berjumlah sekitar 23 butir,” ungkapnya.
Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Sungai Tebelian serta Batalyon Brimob di Sungai Tebelian. “Setelah mereka tiba di TKP, peluru tersebut disterilasi oleh petugas,” jelasnya.
“Nah menurut teman-teman dari Polsek dan Brimob, peluru tersebut masih aktif. Namun tidak meledak. Hanya satu saja yang meledak. Setelah itu, peluru dibawa dan diamankan,” kata Kartiyo.
Ditegaskannya, pihaknya sepenuhnya menyerahkan masalah tersebut ke pihak kepolisian. “Mudah-mudahan kedepan tidak ada kejadian yang tidak diiginkan,” harapnya.





