BERITA-AKTUAL.COM – Desa dan kelurahan di bantaran Sungai Kapuas dan Sungai Melawi, merupakan salah daerah yang terdampak banjir cukup tinggi di Kecamatan Sintang. Menurut Camat Sintang, Tatang Supriyatna, total ada 9 desa dan 13 kelurahan yang sudah terendam banjir dengan ketinggian bervariasi.
“Yang paling terdampak banjir adalah daerah pesisir. Dari total 29 desa dan kelurahan se-Kecamatan Sintang, ada 7 desa yang masih aman atau belum terendam banjir,” ungkap Tatang, Senin 10 Oktober 2022.
Hingga saat ini, kata Tatang, pihaknya terus update data terkait musibah banjir yang terjadi. Dirinya juga meminta kades dan lurah supaya menyampaikan data terkait persiapan titik-titik pengungsian. “Ini merupakan langkah antisipasi kita karena banjir tahun lalu banyak yang mengungsi,” katanya.
Karena, kalau memang banjir terus berlanjut dan berlangsung lama atau ketinggian airnya makin tinggi, tentu perlu posko pengungsian dan dapur umum.
“Jadi sekarang mulai disiapkan lokasi dan perlengkapan pendukungnya. Kita juga koordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial (Dinsos) untuk masalah logistik dan perlengkapan,” ujarnya.
Ditanya apakah sudah ada pengungsi banjir atau tidak, Tatang menyatakan belum ada. “Kerusakan akibat banjir juga belum ada sejauh ini. Hanya rumah terendam saja,” katanya.
Tatang mengungkapkan, daerah yang sudah terendam banjir adalah kawasan pesisir. Kawasan ini berada di tempat yang rendah sehingga cepat terendam banjir ketika intensitas hujan tinggi.
“Contohnya Desa Baning Kota, Sungai Ana, Tebing Raya, Masuka, Sungai Durian, Kelurahan Ladang hingga Kelurahan Alai. Banjir ini sangat terasa karena terendam adalah pusat ekonomi,” katanya.
Ia mengimbau, masyarakat mewaspadai munculnya penyakit saat banjir seperti ini. Biasanya penyakit penyerta seperti diare. Apalagi, khusus di Kecamatan Sintang sedang merebak kasus Demam Berdarah Dengue DBD. Ada juga beberapa kasus rabies.
“Saat banjir juga harus hati-hati menggunakan listrik. Kalau memang kondisi banjir sudah parah dan harus mengungsi, segerakan ngungsi,” imbau Tatang.





