SINTANG – Penampilan memukau artis dangdut Anisa Bahar pada Sabtu malam, 15 November 2025, menjadi puncak acara sekaligus penutup resmi rangkaian Kelam Tourism Festival (KTF) 2025. Bertempat di halaman Indoor Apang Semangai Sintang, ribuan masyarakat Bumi Senentang memadati lokasi untuk menyaksikan sang bintang menghibur mereka dalam suasana meriah.
Kelam Tourism Festival 2025 secara resmi ditutup Sekda Sintang, Kartiyus. Penutupan ini menandai berakhirnya festival yang berlangsung selama 10 hari, sejak 6 hingga 15 November 2025, dengan pusat kegiatan di dua lokasi utama: kawasan wisata Bukit Kelam dan Kompleks Olahraga Baning Sintang.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Kadisporar) Sintang, Hendrika dalam laporannya menyampaikan bahwa KTF 2025 sukses menyelenggarakan 18 rangkaian kegiatan. Di antaranya: Pameran UMKM dan Ekonomi Kreatif dengan 160 peserta, Summer Camp Bumi Senentang, lomba memancing, trabas motor cross, pendakian via ferrata Gunung Kelam, Lomba Sape’ Beregu, hingga Sintang Modification Auto Contest. Malam penutupan menghadirkan penampilan artis ibu kota sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat.
“Keberhasilan KTF 2025 tidak lepas dari dukungan semua pihak. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Sintang, jajaran Forkopimda, panitia pelaksana, sponsor, serta aparat keamanan dari Polres Sintang, Kodim, dan Satpol PP yang telah mengawal acara hingga selesai,” ujar Hendrika.
Ia berharap festival ini menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Sintang.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang Sosial dan SDM, Alex Rombonang dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi Pemerintah Kabupaten Sintang dalam menyelenggarakan KTF. Ia menyebut bahwa Sintang telah berhasil menjadi salah satu motor penggerak industri pariwisata di Kalbar, terbukti dari meningkatnya jumlah wisatawan setiap tahun.
“Banyak daerah yang gagal mempertahankan event setelah peluncuran. Tapi Sintang berhasil menjaga konsistensi. Ini sangat luar biasa,” ujarnya. Ia juga memuji pemilihan ikon Bukit Kelam sebagai daya tarik utama. “Bukit Kelam adalah batu monolit terbesar di dunia. Ini harus terus dipromosikan, terutama melalui strategi digital agar menembus pasar nasional dan internasional.”





