SINTANG – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Sintang. Alumni MAN 1 Sintang, Novalinda Nuraini, berhasil meraih beasiswa internasional untuk melanjutkan pendidikan di Teknik Mesin Xuzhou College of Industrial Technology, Tiongkok.
Beasiswa tersebut diberikan oleh PT Xuzhou Construction Machinery Group (XCMG), perusahaan asal Tiongkok yang bergerak di bidang produksi alat berat, mesin konstruksi, pertambangan, dan pertanian.
Novalinda merupakan putri sulung dari empat bersaudara pasangan Fahrul Armaini dan M. Melly. Sambil menunggu jadwal keberangkatan ke Tiongkok, lulusan MAN 1 Sintang itu memilih bekerja paruh waktu di Kedai Kopi Litiam, Baning Kota, Kecamatan Sintang, sejak awal Juni 2026.
Saat ditemui di sela-sela pekerjaannya pada Kamis (9/7/2026), Nova mengaku sempat tidak percaya ketika mengetahui dirinya dinyatakan lolos seleksi.
“Awalnya takut sih, tapi setelah dicek-cek ternyata benar saya lulus. Senang juga,” ujarnya.
Nova menceritakan, perjalanan memperoleh beasiswa tersebut tidaklah mudah. Setelah gagal dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), ia sempat merasa kecewa. Namun, kegagalan itu tidak membuatnya menyerah.
Ia kemudian aktif mencari berbagai informasi beasiswa melalui internet, terutama media sosial. Hingga akhirnya menemukan program beasiswa yang sesuai dengan kriteria dirinya.
“Saya coba daftar, mengikuti semua proses, termasuk wawancara. Ternyata saya dinyatakan lulus,” katanya.
Menurut Nova, salah satu syarat utama mengikuti program tersebut adalah memiliki nilai akademik di atas rata-rata serta kemampuan berbahasa Inggris.
“Nilainya wajib di atas 8. Bahasa Inggris juga harus bisa karena nanti proses awal menggunakan bahasa Inggris. Untuk bahasa Mandarin, kami akan mendapat kursus gratis selama satu tahun di sana,” jelasnya.
Meski belum menguasai bahasa Mandarin, Nova mengaku cukup percaya diri dengan kemampuan bahasa Inggris yang dimilikinya untuk percakapan sehari-hari.
Rencananya, ia akan berangkat menuju Tiongkok pada akhir Agustus 2026 dan mulai mengikuti perkuliahan pada 1 September 2026.
Program beasiswa yang diterimanya belum sepenuhnya menanggung seluruh kebutuhan. Biaya pendidikan dan tempat tinggal ditanggung oleh penyelenggara, sedangkan biaya hidup menjadi tanggung jawab mahasiswa.
“Dari pihak penyelenggara sudah diinformasikan, biaya hidup di sana sekitar Rp2 juta sampai Rp3 juta per bulan,” ungkapnya.
Nova memilih jurusan Teknik Mesin karena memiliki ketertarikan pada bidang sains dan teknologi sejak masih duduk di bangku sekolah.
“Saya memang minat di dunia IPA. Waktu MAN juga mengambil jurusan IPA, jadi memang tertarik dengan bidang teknologi,” katanya.
Ia memperkirakan menjadi satu-satunya peserta asal Sintang yang lolos dalam program beasiswa tersebut. Seleksi sendiri diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Program pendidikan yang akan dijalaninya diperkirakan berlangsung selama tiga hingga empat tahun. Setelah lulus, peserta juga akan menjalani kontrak kerja selama dua tahun sesuai ketentuan program.
Nova juga mengungkapkan, kedua orang tuanya sempat merasa khawatir ketika mengetahui dirinya akan melanjutkan studi ke luar negeri. Namun setelah mencari informasi mengenai universitas dan program beasiswa tersebut, mereka akhirnya memberikan dukungan penuh.
“Awalnya orang tua sempat ragu karena saya akan pergi sendiri ke luar negeri. Mereka mencari tahu dulu tentang universitasnya dan ternyata memang benar ada. Setelah itu mereka setuju dan mendukung saya,” tuturnya.





