SINTANG – Banjir yang melanda Kecamatan Sepauk dan Kecamatan Tempunak pada Kamis, 8 Januari 2026, mengakibatkan enam unit jembatan putus. Jembatan-jembatan tersebut merupakan akses vital masyarakat antar desa, sehingga putusnya infrastruktur ini berdampak langsung pada aktivitas warga.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menanggapi kondisi tersebut saat ditemui usai kegiatan launching Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 12 Jerora 1, Kecamatan Sintang, Jumat, 9 Januari 2026.
Bala menjelaskan, pemerintah daerah telah mengambil langkah awal dengan menjalin komunikasi bersama sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah terdampak banjir.
“Yang pertama, kita sudah berkomunikasi dengan beberapa perusahaan yang ada di sana. Puji Tuhan, di beberapa titik memang sudah ditangani, meskipun tentu belum semuanya bisa kita tangani karena keterbatasan dana. Kejadian ini juga baru kemarin, nanti kita lihat seperti apa perkembangan selanjutnya. Saya juga akan berkomunikasi dengan beberapa OPD terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Bala.
Terkait kemungkinan penetapan status tanggap darurat di dua kecamatan tersebut, Bala menyampaikan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah belum menetapkannya.
“Saat ini belum ya. Saya rasa untuk memenuhi syarat penetapan status tanggap darurat tentu ada kriteria-kriteria yang harus dipenuhi,” katanya.
Sementara itu, mengenai kondisi jembatan di KM 50 yang menjadi salah satu titik terdampak, Bala menyebutkan bahwa penanganan sudah dilakukan meskipun belum sepenuhnya rampung.
“Saat ini sudah ditangani meski belum selesai. Yang dibangun itu jalur alternatif, karena untuk membangun jembatan permanen tentu membutuhkan mobilisasi gorong-gorong dan material yang tidak mungkin dilakukan dalam waktu singkat. Tapi paling tidak mereka sudah mengambil tindakan,” jelasnya.
Menurut Bala, penanganan sementara tersebut dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah daerah dengan pihak kecamatan, desa, serta unsur TNI dan Polri setempat.
“Semua sudah kita komunikasikan bersama, bekerja sama dengan camat, kepala desa, Koramil, dan Polsek yang ada di sana,” tutupnya.






