Banjir Sintang Meluas, 11 Kecamatan Terendam, 50.276 Jiwa Terdampak

oleh
Pemukiman warga yang tergenang banjir di Kecamatan Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Hingga 14 Oktober 2022, banjir yang melanda 11 kecamatan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, belum juga surut. Ribuan rumah terendam, begitu juga sekolah maupun sarana publik lainnya.

Pantauan di lapangan, air terlihat terus naik. Jika sebelumnya Jalan Lintas Melawi belum terendam air. Saat ini ada titik jalan yang terendam meskipun beberapa centimeter saja. Saat ini, sejumlah ruas jalan juga terputus khususnya di pesisir Sintang. Seperti Jalan Mensiku, Jalan Tengku Umar Kelurahan Ladang serta jalan lainya.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBP) Kabupaten Sintang per 13 Oktober 2022, jumlah jiwa terdampak bertambah menjadi 50.276 jiwa dan 13.909 KK. Selain itu kecamatan terdampak juga bertambah. Sebelumnya 10 kecamatan. Saat ini 11 kecamatan terdampak.

Update data terakhir ada penambahan kecamatan yang terdampak banjir. Yakni Kecamatan Kayan Hulu. Di Kecamatan Kayan Hulu jumlah desa yang terdampak 6 desa,” ungkap Ferry Harsono, Humas BPBD Sintang.

Kemudian, lanjut Ferry, ada penambahan 1 desa terdampak banjir di Kecamatan Kayan Hilir. Yaitu Desa Tuguk dengan jumlah KK 42 dan jiwa 153.

“Di Kecamatan Kelam Permai, juga ada penambahan desa terdampak banjir. Yakni Desa Karya Jaya Bhakti dengan jumlah KK 20 dan jiwa 66,” bebernya.

Koordinator Pengungsi Pramuka Peduli Kwarcab Sintang, Dedi Alamsyah mengatakan bahwa saat ini jumlah pengungsi di gedung Cadika berjumlah 57 orang. Warga yang mengungsi berasal dari Kelurahan Ulak Jaya, Kelurahan Kapuas Kiri Hilir, Kapuas Kiri Hulu, Kapuas Kanan Hilir, Desa Baning Kota dan daerah lainnya.

Warga yang mengungsi di Gedung Cadika sudah berada di tempat tersebut kurang lebih 3 hari. Mereka menempati kamar-kamar yang tersedia di bangunan itu. Untuk daya tampung, bisa 150 orang. Semuanya di dalam ruangan.

Untuk bantuan logistik, kata Dedi, hingga saat ini masih mengandalkan swadaya dari Pramuka sendiri, kemudian mendapat suplai nasi bungkus dari Kodim Sintang dan air galon dari Masjid Abu Bakar.

No More Posts Available.

No more pages to load.