Bartaruh Nyawa Demi PSU ke Desa Deme

oleh

SINTANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sintang sukses melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) sesuai putusan Mahkamah Konstitusi pada 29 Juni 2024 lalu.

PSU tersebut berlangsung di TPS 02 Desa Deme Kecamatan Ambalau dan TPS 02 Desa Nanga Tekungai Kecamatan Ambalau pada 29 Juni 2024 lalu. Dari dua tempat tersebut, Deme merupakan salah satu desa di pedalaman Kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang yang sangat sulit dijangkau.

Untuk sampai ke Desa Deme, KPU Sintang harus berjibaku dengan jarak yang sangat jauh. Perjalanan memakan waktu berhari-hari dengan melewati sungai dan jeram berbahaya ditambah berjalan kaki.

Bahkan ada rombongan yang mengalami insiden perahu karam saat naik perahu ke Desa Deme. Perahu karam tersebut ditumpangi oleh komisioner KPU Sintang Slamet Bowo Santoso, jurnalis Triyanto dan Hery Lingga serta anggota polisi.

Ketua KPU Sintang, Edy Susanto mengatakan bahwa keberangkatan tim untuk melaksanaan PSU bersamaan dengan distribusi logistik. Tim dari KPU, Bawaslu dan aparat keamanan berangkat pukul 08.00 WIB tanggal 25 Juni 2024 dari Kota Sintang menuju Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi menggunakan mobil. Selanjutnya, dari Nanga Pinoh dilanjutkan menggunakan speedboat hingga Nanga Kemangai, ibukota Kecamatan Ambalau. Rombongan tiba pukul 17.00 WIB.

Keesokan harinya 26 Juni 2024, kata Edi, rombongan naik perahu cis atau longboat selama kurang lebih 3 jam dari Nanga Kemangai menuju Desa Ukai. Perjalanan itu melewati banyak jeram yang deras dan berbahaya. Tak jarang penumpang harus turun dari perahu agar bisa melintasi jeram.

“Kami ikut berjalan kaki di riam/jeram itu sembari beramai-ramai menarik perahu,” jelasnya.

Ketika sampai di Desa Ukai, rombongan tidak bisa lagi naik perahu, tetapi harus berjalan kaki kurang lebih 1,5 jam menuju Desa Menantak. Perjalanan itu melewati perbukitan, hutan dan jalan berlumpur serta berbatu.

“Setibanya di Desa Menantak, kami naik perahu cis lagi, lagi-lagi harus melewati riam yang sangat ekstrim,” katanya.

Saat itu, salah satu perahu tim kami yang dinaiki komisioner KPU Slamet Bowo Santoso sempat karam di salah satu riam. Akibat perahu karam, dia mengalami cidera karena terhimpit batu dan sampan.

“Akibatnya beliau tidak bisa melanjutkan perjalanan lagi dan terpaksa balik lagi dan tinggal sementara di Desa Menantak. Selain itu anggota polisi juga kehilangan handphone saat perahu karam,” bebernya.

Usai insiden perahu karam, rombongan lanjut naik perahu cis lagi dengan waktu tempuh 1,5 jam. Lalu jalan kaki kurang lebih 1,5 jam ke Dusun Posuk, Desa Deme. Dari tempat itu, kembali naik perahu cis ke pusat Desa Deme kurang lebih 1,5 jam lagi.

“Ketika pulang, kami kembali melewati rute yang sama. Namun dengan kondisi air sungai sedang naik dengan riam yang semakin ekstrim. Seperti sebelumnya, kami juga beberapa kali harus turun ketika perahu melewati riam,” jelasnya.

Dalam perjanan pulang, lanjut Edy, logistik PSU tidak dibawa bermalam. Dari Deme langsung dibawa ke Sintang. Rombongan tiba di Sintang pada Minggu 30 Juni 2024 pukul 22.00 WIB.

“Proses pendistribusian logistik ini memang tidak mudah karena medan yang sulit. Oleh karena itu perlu keseriusan untuk mengawal pesta demokrasi. Hal ini perlu perhatian semua pihak terkait agar semua proses berjalan lancar,” ujarnya.

Tak hanya itu, penyelenggara pemilu hingga paling bawah perlu dukungan semua pihak. Terutama dukungan SDM, perhatian terhadap penyelenggara dan dukungan infrastruktur termasuk jaringan internet dari pemerintah. Karena hal ini akan memudahkan komunikasi dan mitigasi dari setiap persoalan.

“Dengan banyaknya tantangan itu, kita bersyukur PSU di TPS 02 Desa Deme berjalan lancar, aman, damai dan berintegritas. PSU disaksikan oleh semua pihak yang hadir, jadi semua mata bisa melihat proses transpraransi PSU oleh penyelenggara,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.