BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Darmadi menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan upaya optimal dalam menangani penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
“Dari Dinkes berupaya maksimal menangani DBD. Dinkes telah membantu reagen, insektisida maupun bubuk abate. Ini merupakan bantuan pusat yang diteruskan ke provinsi kemudian kabupaten. Setelah itu didistribusikan ke puskesmas,” jelasnya.
Ia menegaskan, untuk mencegah DBD yang paling penting adalah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSM) melalui 3 M (menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas).
“Kalau memang masyarakat sudah bergerak untuk PSM dengan menguras menutup dan mendaur ulang sampah, insha allah DBD bisa dicegah. Untuk tempat air yang bisa dikuras, kuraslah, ndak perlu kasik abate. Kalau yang ndak bisa dikuras, silakan dikasik abate. Silakan ambil ke puskesmas, stok sudah cukup, kami dapat 150 kilo, sudah didistribusikan,” jelasnya.
Ia kemudian menjelaskan takaran pemberian abate. Setiap 100 liter dikasik 1 sendok makan abete. “Jadi kalau mau ngasik abate saat posisi air penuh. ‘asukan abete nanti dia akan menyebar dan lengket di dinding drum atau tong. Abate bisa bertahan 3 bulan,” ungkapnya.
“Agar abate tahan lama, ketika drum kosong atau saat dikuras, jangan disikat. Kalau sudah dikosongkan ya sudah, golekkan saja, setelah itu isi air lagi. Jadi abate tahan lama,” jelas Darmadi
Berkaitan penanganan penanganan pertama jika menemukan anak terkena gejala DBD, kata Darmadi, kalau masih di rumah cukup dikompres dengan air hangat, minum paracetamol dan minum yang banyak agar tidak dehidrasi. Kemudian sesegera mungkin datang ke tempat pelayanan kesehatan
“Pada kondisi genting saat ini, apabila ada anak demam berdarah, segera mungkin untuk cek laboratorium. Ini penting agar cepat diketahui DBD atau tidak. Karena kalau kita tahu lebih cepat dan lebih awal itu lebih baik. Kemudian bisa ditangani dengan cepat pula,” pungkasnya.





