SINTANG – Ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 7 kali, Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke 2 Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tario Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kabupaten Sintang tahun 2023, Sabtu 6 Oktober 2024.
Musda yang berlangsung di Aula Credit Union Keling Kumang dihadiri Ketua Umum TBBR James Mark, Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Sintang Ensawing, tokoh masyarakat Sintang Yustinus serta banyak undangan lainnya.
Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan bahwa saat dirinya kunjungan kerja ke desa-desa anggota TBBR selalu ada.
“Saya ke Senaning ada TBBR. Ke Sirang Sitambang juga ada TBBR. Begitu juga ketika ke Bernayau, Solam Raya, Sabang Surai dan desa-desa lain, ada TBBR. Di mana-mana ada TBBR,” kata Jarot.
Jarot berharap, TBBR terus berperan menjaga adat dan tradisi. Ia juga menilai bahwa saat ini masyarakat Dayak semakin maju seiiring perkembangan zaman.
“Meski zaman semakin maju, tetap jaga adat budaya serta tradisi. TBBR harus terus berperan menjaga adat dan tradisi itu,” pinta Jarot.
Dikesempatan itu, Jarot mengungkapkan bahwa Pemkab Sintang akan menggelar Pesprani di Indoor Apang Semangai. “Jaga supaya tidak terjadi apa-apa,” ujar Jarot.
Ketua panitia Musda DPD TBBR Sintang, Alek Sugiyanto mengatakan bahwa dalam Musda akan diagendakan pemilihan Ketua DPD TBBR Sintang.
“Dalam acara Musda ini, kami selaku penitia hanya menerima rekomendasi kandidat calon ketua. Mengenai siapa yang akan dipilih, semua akan diputuskan oleh DPP atau kembali ke hak veto Panglima Jilah,” bebernya.
“Jadi kepada anggota TBBR yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua, kita persilakan. Tetapi untuk sistem pemilihannya kita kembalikan ke DPP dan Panglima Jilah selaku pemilih hak veto,” katanya lagi.
Plt DPD TBBR Sintang, Martias menambahkan bahwa Musda dilaksanakan dalam rangka mengikuti anggaran dasar anggaran rumah tangga (AD/ART) organisasi, bahwa selama lima tahun sekali harus dilakukan penyegaran pengurus.
“Dalam Musda, saya juga akan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus TBBR Sintang kepada anggota. Tentunya ada agenda utama yakni penyegaran pengurus. Musda akan kita upayakan selesai hari ini,” ujarnya.
Mengenai mekanisme pemilihan ketua, sambung Martias, ada hak demokrasi dan hak veto. Jadi tidak baku, semuanya bakal melihat situasi dan kondisi.
“Jika dalam Musda terpilih secara aklamasi, ya tidak masalah. Namun jika ada persoalan yang urgen, untuk mengambil keputusan kembali ke hak veto Panglima Jilah,” jelasnya.
Ketua Umum TBBR Sintang, James Mark mengungkapkan bahwa organisasi TBBR yang cukup besar, bahkan bisa melebarkan sayap hingga ke Malaysia.
Terkait Musda, merupakan amanat AD/ART TBBR. Jadi jika ingin maju dan berkembang, kita jalankan semua aturan main yang ada dalam organisasi.
“Musda ini merupakan upaya untuk menjadikan organisasi agar semakin berkembang, sehingga bisa bersaing dengan ormas besar lain di Indonesia,” ujarnya.
James Mark juga menekankan pentingnya peningkatan SDM TBBR. Tahun ini, TBBR menyekolahkan dua orang untuk mengambil S2. Tahun depan juga seperti itu.
“Kita tingkatkan SDM kita. Selain kita harus beradat, SDM yang tinggi harus jadi perhatian. Kita ingin semua sejajar, ketika pintar dan cerdas, kita harus jadi orang yang beradat,” tegasnya.
Tokoh masyarakat Sintang, Yustinus mengaku bangga dengan TBBR karena berperan dalam menjaga adat tradisi dan budaya Dayak.
“Ini penting supaya adat dan tradisi masyarakat Dayak tidak hilang bahkan punah. Hingga saat ini TBBR terus berupaya menjaga nilai-nilai adat dan tradisi leluhur itu. Sehingga generasi muda tahu adat dan tradisinya sendiri,” ujarnya.
Dikesempatan itu, Yustinus mengatakan bahwa selaku Kepala Dinas Pendidikan Sintang dirinya siap membantu generasi muda termasuk anggota TBBR untuk mendapatkan akses pendidikan.
“Sekarang banyak program penyetaraan, kami siap menampung. Karena peningkatan SDM itu sangat penting,” tegasnya.






