SINTANG – Camat Ketungau Hilir, Benediktus Hengky Saputra membenarkan adanya audiensi masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Ketungau Bersatu terkait desakan perbaikan ruas jalan provinsi Sintang–Semubuk pada Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut Hengky, kedatangan masyarakat tersebut untuk menyampaikan tuntutan agar pemerintah segera menangani kondisi jalan provinsi yang mengalami kerusakan cukup parah, khususnya di sejumlah titik mulai dari Desa Baung Sengatap (Pedadang) hingga Beluh Mulyo (Indung).
“Warga menuntut perbaikan ruas jalan provinsi Sintang–Semubuk, terutama pada titik-titik yang kondisinya sangat parah mulai dari Desa Baung Sengatap sampai ke Beluh Mulyo,” ujar Hengky, Kamis 14 Mei 2026.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sintang sejauh ini telah menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Bahkan, Bupati Sintang disebut telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi terkait penanganan ruas jalan tersebut.
Hengky mengungkapkan, pada tahun 2026 Pemerintah Provinsi Kalbar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk pengerjaan ruas jalan provinsi Sintang–Semubuk. Namun, saat ini program tersebut masih berada dalam tahap lelang.
“Tahun 2026 ada kegiatan pengerjaan ruas jalan provinsi Sintang–Semubuk sebesar Rp15 miliar, namun masih dalam proses lelang,” jelasnya.
Sambil menunggu realisasi pekerjaan dari Pemerintah Provinsi Kalbar, kata Hengky, Pemkab Sintang mengambil langkah kolaboratif dengan mengarahkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Ketungau Hilir untuk bergotong royong melakukan perbaikan sementara agar jalan tetap fungsional.
Langkah tersebut, lanjutnya, dilakukan berdasarkan surat Bupati Sintang yang meminta perusahaan segera mengambil tindakan perbaikan pada minggu ketiga Mei 2026.
“Pemkab Sintang mengarahkan perusahaan-perusahaan di wilayah Ketungau Hilir untuk bersama-sama memperbaiki jalan tersebut sambil menunggu pekerjaan dari Pemprov Kalbar dilaksanakan. Sesuai surat bupati, perusahaan harus sudah mulai action pada minggu ketiga Mei 2026,” katanya.





