SINTANG – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Peduli Rakyat Seberang (Perang) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Camat Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Senin 13 April 2026. Aksi tersebut berujung pada penyegelan kantor camat setelah tuntutan massa tidak dipenuhi.
Aksi dilakukan sebagai bentuk desakan kepada pemerintah daerah agar segera memfungsikan Jembatan Ketungau II serta memperbaiki infrastruktur di wilayah Ketungau Tengah yang dinilai belum memadai.
Koordinator aksi, Yadi mengatakan, prioritas utama masyarakat saat ini adalah agar Jembatan Ketungau II dapat segera digunakan, meskipun hanya untuk akses sementara seperti titian motor.
“Yang menjadi prioritas fungsional itu Jembatan Ketungau II, walaupun hanya sekadar titian motor,” ujarnya.
Menurut Yadi, sebelumnya telah dilakukan audiensi antara perwakilan masyarakat dengan Bupati Sintang yang dihadiri sekitar 15 orang via telepon. Dalam pertemuan tersebut, bupati menyampaikan rencana untuk membuatkan titian motor sebagai solusi sementara.
Namun demikian, pemerintah daerah belum dapat memastikan kapan realisasi tersebut akan dilakukan, dengan alasan masih perlu berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Ketungau Tengah.
“Karena belum ada kepastian waktu pelaksanaan, maka penyegelan tetap kami lakukan,” tegasnya.
Yadi juga mengungkapkan kekecewaan massa aksi karena tidak ada satu pun pejabat dari Pemerintah Kabupaten Sintang yang hadir langsung menemui mereka saat aksi berlangsung.
“Saat aksi tidak ada satu pun pejabat dari Sintang yang datang. Kami hanya ditemui oleh pak Sekcam,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi Kantor Camat Ketungau Tengah masih dalam keadaan tersegel oleh massa aksi sebagai bentuk tekanan agar tuntutan mereka segera ditindaklanjuti pemerintah daerah.




