SINTANG – Setelah 10 tahun menjadi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo akhirnya resmi purna tugas tanggal 20 Oktober 2024 dan digantikan Prabowo Subianto.
Selama dua periode menjadi Presiden, Joko Widodo banyak sekali melakukan pembangunan infrastruktur. Bahkan dampak pembangunan itu sangat dirasakan masyarakat Kabupaten Sintang. Termasuk juga warga Kabupaten Sintang di daerah perbatasan RI – Malaysia.
Atas banyaknya dampak positif pembangunan itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Mardiansyah mengucapkan terima kasih.
“Terimakasih Pak Presiden Joko Widodo, bagaimanapun beliau banyak kontribusi di negara ini dalam melaksanakan kegiatan pembangunan,” kata Mardiansyah.
Politisi Partai Golkar ini mengatakan, salah satu dampak infrastruktur yang paling dirasakan masyarakat adalah pembangunan Jalan Paralel Perbatasan. Seperti diketahui, Jalan Paralel Perbatasan ini dikebut pembangunannya di masa Joko Widodo menjabat sebagai Presiden.
“Sekarang akses jalan ke Ketungau Hulu sangat lancar dari Balai Karangan sejak adanya Jalan Paralel Perbatasan. Jelas infrastruktur ini sangat membantu masyarakat,” ujar legislator dari daerah pemilihan (dapil) Sintang 2 yang meliputi Kecamatan Ketungau Hulu, Kecamatan Ketungau Tengah, Kecamatan Ketungau Hilir dan Kecamatan Binjai Hulu.
Sebelum Jalan Paralel Perbatasan diaspal, kata politisi dari daerah perbatasan ini, mobilitas masyarakat sangat kesulitan. Bahkan tak jarang harus bermalam di jalan kerena aksesnya rusak parah.
“Tapi semenjak Jalan Paralel Perbatasan diaspal mulus, warga bisa berkendara dengan lancar. Bahkan dari Balai Karangan Avanza bisa tembus ke titik nol,” pungkasnya.







