Diskusi Pilkades Serentak, Bahas Potensi Banjir, Prokes Hingga DPT

oleh
Pengarahan Sekda Sintang, Yosepha Hasnah saat Rapat Koordinasi Finalisasi Pilkades Serentak Tahun 2022.

BERITA-AKTUAL.COM – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah mengatakan bahwa ada beberapa hal yang harus jadi perhatian menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak tahun 2022 pada 18 Oktober mendatang. Mulai dari potensi banjir, protokol kesehatan (prokes) hingga Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Ada beberapa hal yang harus jadi perhatian para camat jelang Pilkades nanti. Karena beberapa kecamatan masih musim banjir. Walaupun sudah disampaikan Kadis bahwa kepala desa pasti memobilisasi masyarakat untuk mengikuti Pilkades, hal ini tetap penting kita diskusikan,” tegas Yosepha Hasnah saat menyampaikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Finalisasi Pilkades Serentak Tahun 2022 di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Senin 10 Oktober 2022.

Karena, kata Sekda, hampir seluruh provinsi, sampai tanggal 15 Oktober akan terjadi cuaca ekstrim, baik itu hujan, banjir dan lain-lain. “Kalau ini terjadi, untuk mengubah tanggal Pilkades mungkin sulit. Kecuali memang terjadi kejadian luar biasa dan harus diambil kebijakan,” katanya.

Kemudian, kata Yosepha, yang tak kalah penting adalah terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) COVID-19. Apakah prokes masih diperlukan mengingat Berdasarkan Surat Edaran Mendagri bahwa COVID-19 di Sintang berada pada level 1 atau dalam kategori aman.

“Ini juga harus kita diskusikan. Karena saat COVID-19 berada pada level 1, prokes sebetulnya tak terlalu diperlukan. Apalagi jika Pilkades dilaksanakan di luar ruangan. Prokes ini memang konsen dari Kemendagri, tapi karena sudah level 1 akan kita diskusikan apakah masih jadi keharusan,” katanya lagi.

Kemudian untuk Forkopimda, sesuai dengan SK Bupati bahwa semuanya masuk dalam panitia pemilihan kabupaten. Masuknya Forkopimda dalam panitia dalam rangka terlaksananya Pilkades yang aman akuntabel dan bebas COVID-19.

“Berkaitan dengan panitia Pilkades tingkat kecamatan, perlu keterlibatan Camat Kapolsek dan Danramil. Itu semua untuk antisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi di lapangan, misalnya terjadinya keributan dan lain-lain. Agar tidak mengggangu pelaksanaan Pilkades,” jelasnya.

Pelaksanaan Pilkades ini akan dipantau langsung oleh Tim Kemendagri melalui aplikasi zoom. Maka Yosepha berharap panitia bisa memilih salah satu desa yang memiliki jaringan internet  untuk berpartisipasi. Sehingga pemantauan oleh Tim Kemendagri bisa berjalan dengan baik.

No More Posts Available.

No more pages to load.