SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang mengevaluasi penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian Pertalite di sejumlah SPBU dalam Kota Sintang yang telah berjalan selama lima hari, sejak 1 Oktober 2026.
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, mengatakan penerapan kebijakan tersebut mulai menunjukkan perubahan terhadap kondisi antrean di sejumlah SPBU. Meski demikian, masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dievaluasi.
“Jadi terkait dengan penerapan ganjil-genap untuk pengisian bahan bakar jenis Pertalite yang sudah kita berlakukan selama lima hari, mulai dari tanggal 1 sampai 5, memang kita melihat beberapa titik SPBU terkait dengan pengantriannya dan lain-lain memang sudah agak sedikit membaik,” ujar Ronny, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, evaluasi dilakukan berdasarkan masukan dari petugas yang berada di lapangan. Dalam pelaksanaan kebijakan tersebut, sejumlah pihak turut terlibat dalam pengawasan, di antaranya Polres Sintang, Satpol PP, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM.
“Artinya masih ada kekurangan. Tapi kemudian dari beberapa masukan, termasuk teman-teman yang bertugas di lapangan, karena dari Polres juga ada, kemudian ada Satpol PP, ada dari Disperindag, tadi kita juga sudah komunikasi,” katanya.
Ronny mengatakan Pemkab Sintang saat ini mewacanakan memperpanjang penerapan sistem ganjil-genap hingga 14 Oktober 2026. Perpanjangan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan selama beberapa hari terakhir.
“Agak sedikit berat hati untuk ganjil-genapnya memang kita perpanjang lagi sampai tanggal 14. Namun ini nanti akan ada surat yang menyusul,” jelasnya.
Ia menegaskan, perpanjangan tersebut masih berupa wacana dan akan dievaluasi kembali untuk melihat berbagai kendala yang muncul selama penerapan sistem ganjil-genap.
“Wacana akan kita perpanjang. Tentunya nanti hasil tujuh hari ini coba kita evaluasi, apa sih kelemahan-kelemahan terhadap ganjil-genap ini,” ujar Ronny.
Pemkab Sintang berharap kondisi distribusi dan antrean BBM di wilayah tersebut dapat kembali normal dalam waktu dekat. Jika situasi sudah membaik, Ronny berharap 14 Oktober 2026 dapat menjadi hari terakhir penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian Pertalite.
“Kita berharap nanti setelah tanggal 14, mudah-mudahan situasi ini sudah kembali normal. Sehingga tanggal 14 itu merupakan tanggal terakhir untuk penerapan ganjil-genap,” pungkasnya.






