Gawai Dayak Sintang XIII Resmi Dimulai, Toni Apresiasi Peran Semua Pihak

oleh
Foto bersama usai Pekan Gawai Dayak (PGD) XIII Kabupaten Sintang tahun 2026.

SINTANG – Pekan Gawai Dayak (PGD) XIII Kabupaten Sintang tahun 2026 resmi dimulai pada Rabu (29/7/2026) di Rumah Betang Tampun Juah, Desa Jerora Satu, Kecamatan Sintang. Perhelatan budaya tahunan masyarakat Dayak tersebut diawali dengan seremoni pembukaan yang dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh adat, serta masyarakat.

Ketua Panitia PGD XIII Sintang, Toni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah bekerja maksimal dan luar biasa. Mereka adalah panitia yang sama seperti tahun lalu, saat saya juga dipercaya menjadi ketua,” ujar Toni dalam sambutannya.

Toni menjelaskan, tema yang diusung pada PGD XIII tahun 2026 adalah “Merawat Tradisi, Mempererat Persaudaraan untuk Dayak Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.” Menurutnya, tema tersebut menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat Dayak, baik di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Pulau Borneo hingga Sarawak, Malaysia, untuk terus menjaga dan melestarikan adat istiadat sekaligus memperkuat persaudaraan.

“Tema ini mengajak seluruh masyarakat Dayak di Kabupaten Sintang, se-Kalimantan Barat, se-Pulau Borneo hingga Sarawak, Malaysia, bahwa kita wajib menjaga dan merawat adat istiadat kita serta mempererat rasa persaudaraan. Bukan hanya sesama suku Dayak, tetapi juga dengan seluruh suku lainnya. Tema ini sangat sesuai dengan kondisi kita saat ini,” katanya.

Ia menilai kehidupan masyarakat Sintang selama ini dikenal harmonis dan penuh toleransi. Hal itu, menurut Toni, juga dirasakan langsung oleh panitia selama proses persiapan kegiatan.

“Saya merasakan sendiri dukungan dari teman-teman Muslim, khususnya masyarakat Melayu, Puspawaja Sintang, masyarakat Padang, masyarakat Pantai Utara Sambas, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya. Dukungan itu sangat terasa dan sejalan dengan tema kita, yakni merawat tradisi dan mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Toni menegaskan bahwa Gawai Dayak merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atau Jubata atas segala rezeki dan hasil yang telah diberikan kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya tahun ini, panitia juga menggelar berbagai perlombaan dan atraksi budaya, di antaranya lomba lagu daerah, lomba kuliner khas Dayak berbahan lele kampung, tari Dayak, melukis perisai, menyumpit, sastra lisan, menumbuk dan menampik padi, pangkak gasing, pencak silat, menangkap babi, festival busana Dayak, hingga pemilihan Bujang dan Dara Gawai.

Di akhir sambutannya, Toni kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materiil, demi suksesnya penyelenggaraan PGD XIII Sintang.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sintang, khususnya Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, para sponsor, dunia usaha, serta seluruh pihak yang ikut berkontribusi.

“Saya juga berterima kasih kepada para sponsor dan dunia usaha serta semua pihak yang sudah membantu. Perlu saya sampaikan, 16 grup perusahaan di Sintang semuanya memberikan dukungan untuk pelaksanaan Gawai Dayak tahun ini,” pungkasnya.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.