BERITA-AKTUAL.COM – Longsornya geobag di sejumlah titik bantaran Sungai Melawi Kelurahan Ladang, Kecamatan Sintang, akibat diguyur hujan lebat, bagi warga tidaklah mengejutkan. Apalagi jika melihat kontur tanahnya yang labil.
“Kami yang selama ini menjalani aktivitas baik itu ketika banjir maupun kemarau, tahu betul kondisi tanah di bantaran Sungai Melawi. Tanahnya rawan dan bisa berdampak pada bencana lain, salah satunya longsor,. Karena kami tahu tanahnya labil,” ungkap Syahroni, warga Kelurahan Ladang, Selasa 2 Februari 2022.
Dengan adanya kondisi tersebut, pria yang akrab disapa Cek Roni ini menilai bahwa pemasangan geobag tidak tepat untuk penanganan banjir.
“Dan hari ini, kita saksikan sendiri kondisinya. Saat curah sangat tinggi tadi malam, terjadi longsor. Karena ketika air surut dengan posisi tanah menggantung di bantaran sungai, tanahnya jadi labil. Saat hujan pasti tanahnya turun apalagi ada beban geobag atau geutube di atas tanah itu,” katanya.
Dengan adanya kondisi tersebut, ia mengatakan harus ada evaluasi. Mengingat program pemasangan geobag menghabiskan dana yang tidak sedikit.
“Kita berharap pemerintah segera mengevaluasi dan mengkaji lebih dalam program yang tepat di wilayah kami ini,” ucapnya.
Seperti diketahui, pemasangan geobag geutube dan geotax dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagai antisipasi penanganan banjir jangan pendek untuk mewaspadai dampak La Nina pada bulan Februari 2022.




