BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sintang, Kurniawan menjelaskan bahwa menara Base Transceiver Station (BTS) yang sedang dibangun oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia merupakan salah satu aspek dari transformasi digital di Indonesia dan Kabupaten Sintang khususnya. Hingga akhir tahun 2022, Kabupaten Sintang akan memiliki 188 menara BTS.
Ia menjelaskan, BTS yang sudah terbangun sejak 2016 sampai 2019 itu sebanyak 45 BTS. Tahun 2021 dibangun 33 BTS. Dan tahun 2022 sudah dan sedang dibangun sebanyak 110 menata BTS dibanyak desa di Kabupaten Sintang.
“Sehingga sampai akhir 2022 ini, sebanyak 188 menara BTS di Kabupaten Sintang. Kalau 1 BTS ada di 1 desa, maka jumlah itu baru 40 persen dari jumlah desa yang ada. Karena jumlah desa di Kabupaten Sintang sebanyak 391 desa,” terang Kurniawan
Kemudian, kata Kurniawan, apabila ditambah lagi tower swasta yang disediakan oleh 5 perusahaan provider sebanyak 130 tower.
“Dengan melihat data tersebut, kalau kita sandingkan dengan target Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia terkait upaya pada tahun 2024 merdeka sinyal, sepertinya masih sulit tercapai,” ujarnya.
Diakui Kurniawan, pembangunan BTS ini akan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan internet. “Selama ini banyak warga pedalaman susah mengakses internet. Semoga dengan adanya pembangunan tower BTS ini maka isolasi dari internet bisa dilepaskan dari desa-desa pedalaman,” harapnya.
Pemerintah Kabupaten Sintang hingga saat ini telah mendata wilayah yang belum terjangkau sinyal/jaringan internet sebanyak 219 desa atau sekitar 56,01 persen. Pemerintah sudah berupaya agar semua daerah terjangkau sinyal. Pertama, dengan mengawal pembangunan Base Tranceiver Station (BTS) 4G dari Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Kominikasi dan Informati (Kominfo). Serta penyedia layanan (provider) swasta untuk ikut serta membangun menara yang dapat meningkatkan jangkauan jaringan telekomunikasi.






