BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto mengungkapkan bahwa sudah enam bulan tenaga kesehatan (nakes) di Bumi Senentang belum menerima insentif.
“Insentif tenaga kesehatan yang belum dibayar dari Oktober 2020 sampai Maret 2021,” kata Sinto.
Ia mengatakan, untuk insentif tahun 2020 masih menunggu transfer dari pusat. Sementara insentif untuk untuk 2021 masih menunggu refocussing/realokasi APBD Kabupaten Sintang.
“Untuk proses refocussing APBD sudah kita ajukan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),” jelasnya.
Belum dibayarnya insentif nakes, juga disampaikan Sinto saat menghadiri Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan COVIS-19 Kabupaten Sintang di Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada Selasa, 30 Maret 2021.
Dikesempatan itu, Sinto menjelaskan kondisi terkini penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sintang per 30 Maret 2021. Total terkonfirmasi positif sebanyak 1. 257. Dalam perawatan saat ini 135 orang.
“Rekor tertinggi kita terjadi pada minggu lalu. Karena dalam seminggu terjadi 131 kasus baru berasal dari dua klaster,” jelasnya.
Dinkes juga, kata Sinto, sudah membuat peta resiko kecamatan. 9 kecamatan masuk zona kuning atau resiko rendah. Dan 5 kecamatan zona orange atau resiko sedang.
Dikatakanya, kasus COVID-19 berdasarkan umur, usia 21-30 tahun lebih banyak terkena covid-19. Kemungkinan karena masih aktif melakukan kegiatan dan susah diatur. “Tetapi yang meninggal lebih banyak pada penderita usia 61-70 tahun karena ada penyakit penyerta,” katanya.





