SINTANG – Setelah menjabat dua periode, Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan bahwa masa jabatan dirinya sebagai Bupati Sintang akan berakhir pada 10 Februari 2025 mendatang.
“Februari tanggal 10 saya lengser. Jadi lengser soft landing, bahagia lihat semuanya,” kata Jarot.
Berakhirnya masa jabatan tersebut sudah disampaikan Jarot dalam berbagai kesempatan, baik ketika acara pemerintahan maupun saat pertemuan dengan masyarakat.
Jarot mengatakan, dirinya sudah 39 tahun di Kabupaten Sintang. Pernah mengabdi di banyak daerah pedalaman Kabupaten Sintang sebagai dokter.
Bahkan Jarot pernah bertugas hingga ujung Sungai Pinoh yakni Sokan yang saat itu masih masuk wilayah administratif Kabupaten Sintang. Saat ini, Kecamatan Sokan masuk wilayah Kabupaten Melawi.
“Saya pernah menjadi dokter di Ketungau, jadi dokter di Sokan, dokter di Kota Baru, Puskesmas Sungai Durian, jadi kepala dinas kesehatan, wakil bupati kemudian jadi bupati 2 periode,” ungkap Jarot.
Selama menjabat, Jarot mengaku sudah sering didemo masyarakat. Dia mengaku tidak masalah didemo bahkan sering datang langsung menghadapi para pendemo.
“Demo biasa, dimaki-maki biasa. Sudah biasa dimaki-maki, saya sabar, sudah biasa, ndak apa-apa. Ketika didemo saya datang, saya hadapi,” ungkapnya.
Selama menjabat sebagai Bupati Sintang, kata Jarot banyak pembangunan fisik dibangun. Pembangunan dilaksanakan tanpa memandan suku atau agama. Semuanya mendapat perlakuan yang sama.
“Semua fisik kita bangun, gereja kita bangun, masjid bangun, semua lah, semua sama, Sintang rumah besar kita semua,” ujar Jarot.







