BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Merakai, Ricky Natanil Sucipta mengungkapkan kendala yang dialami dalam merujuk pasien ke Sintang. Kendala tersebut selain jarak yang jauh, juga dihadapkan pada kondisi jalan rusak dari Merakai Kecamatan Ketungau Tengah menuju Kota Sintang.
“Kendala yang pasti dari sisi letak geografis, ya kan. Karena memang jalan kita tidak memadai untuk merujuk pasien,” ungkap Ricky pada berita-aktual.com di sela menghadiri rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional di Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Sabtu 12 November 2022.
Contohnya, kata Ricky, jalan dari Merakai menuju Seputau Tiga yang jaraknya dekat saja, aksesnya susah karena dalam kondisi rusak. Biasanya mobil kita amblas ketika melintas di jalan itu. Selain itu banyak spot-spot lain juga mengalami kerusakan serupa.
“Itu sih kendala kita dalam merujuk pasien. Jadi waktu tempuh tidak bisa kita prediksi karena sangat tergantung dengan curah hujan. Kalau curah hujan kurang, masih lah mampu merujuk pasien lewat jalan darat. Namun kalau curah hujan tinggi, agak berat,” bebernya.
Ia mengungkapkan, dengan kondisi jalan yang rusak, pasien yang dirujuk oleh Puskesmas Merakai selalu ada. Tapi saat ini Puskesmas Merakai masih terkendala dengan kondisi ambulance yang masih diperbaiki.
“Ya itu tadi, ambulance kita rusak karena melewati jalan yang parah. Sementara menunggu ambulance kita diperbaiki, kalau mau merujuk pasien BPJS atau umum alternatifnya lewat jalur sungai. Kita takutnya ada pasien yang sifatnya emergency atau gawat darurat seperti ibu hamil tidak bisa lewat jalan darat ke Sintang, ya alternatifnya lewat jalur sungai,” jelasnya.
Dikatakannya, akses transportasi melalui jalan darat lebih murah ketimbang menggunakan jalur sungai. Jika lewat sungai harus mengeluarkan biaya Rp 300 ribu per orang untuk sekali jalan menggunakan angkutan berupa taksi speedboat. Namun lewat jalan darat menggunakan mobil cukup dengan Rp 200 ribu saja.
“Untuk waktu tempuh, lewat sungai lebih cepat, kurang lebih 3 jam lebih. Sementara lewat jalan darat dengan kondisi jalan yang lumayan normal sekitar 5 jam. Kalau kondisi curah hujan tinggi seperti sekarang, bisa 7 atau 8 jam. Apalagi kondisinya banjir,” jelasnya.





