BERITA-AKTUAL.COM – Kabupaten Sintang merupakan salah satu daerah dengan inflasi tertinggi di Indonesia. Salah satu komoditas yang kerap menyumbang inflasi adalah cabe. Oleh karena itu, Bupati Sintang Jarot Winarno mengintruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sintang agar menanam cabe untuk menurunkan inflasi tersebut.
“Kita harus menanam. ASN harus menanam cabe. Saya sudah mengimbau ASN agar menanam cabe minimal 10 pohon disetiap rumah mereka,” kata Jarot saat Launching Pasar Tani dan Gerakan Menanam Cabe di halaman Indoor Apang Semangai, Sabtu 8 Oktober 2022.
Agar instruksi dijalankan oleh ASN, Jarot bahkan meminta mereka mengirimkan dokumentasi proses maupun progress penanaman cabe ke Wakil Bupati Sintang. “Buktinya mana, kirim fotonya ke Pak Wakil Bupati Sintang. Bu Sekda juga sudah menanam 20 pohon cabe,” ungkapnya.
Jarot mengungkapkan, di Kabupaten Sinyang ada sentra penghasil cabe seperti di Pakak, Sungai Tebelian dan Binjai Hulu. “Dimana-mana cabe ditanam, bahkan banyak yang busuk karena pemasaran kurang. Makanya kita semua harus menanam cabe,” imbaunya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Florentinus Anum mengatakan bahwa Gubernur Kalimantan Barat sudah membuat edaran soal gerakan menanam cabe dan sayuran se-Kalimantan Barat.
“Kami akan terus gaungkan gerakan ini dan sebenarnya satu paket dengan Pasar Tani ini. Saya berharap Pasar Tani akan berlanjut terus menerus dengan semakin banyaknya warga yang mau menanam cabe dan sayuran ini,” ujarnya.
Kiptiah Riyanti Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat menyampaikan, angka inflasi Kabupaten Sintang bulan September 2022 adalah 1,37 persen. Data Januari sampai Agustus 2022, komoditas hortikultura sering muncul sebagai penyebab inflasi adalah timun, kacang panjang, tomat, bawang merah dan cabe merah. Penyebab utamanya adalah gangguan produksi karena faktor cuaca dan kenaikan harga BBM dan pupuk serta peningkatan permintaan masyarakat





