BERITA-AKTUAL.COM – Bupati Sintang Jarot Winarno mengungkap data banjir di Kabupaten Sintang yang terjadi beberapa hari terakhir. Ia mengatakan, per 11 Oktober 2022 banjir telah merendam di 10 kecamatan Kabupaten Sintang.
Dari total 14 kecamatan se-Kabupaten Sintang, hanya 4 yang tidak terdampak banjir. Yakni Kecamatan Sungai Tebelian, Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Ketungau Hulu dan Kecamatan Ambalau.
“Warga Kabupaten Sintang yang terdampak banjir adalah berjumlah 12. 085 Kepala Keluarga atau 43. 682 jiwa. 12. 085 Kepala Keluarga atau 43. 682 jiwa ini tersebar di 104 desa atau kelurahan yang ada di 10 kecamatan. Data ini data sementara,” kata Jarot, Rabu 12 Oktober 2022.
Merespon meluasnya bencana banjir ini, jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang langsung mengambil langkah penanganan sesuai tugas pokok dan fungsinya. Dinas Sosial Sintang misalnya langsung mendirikan dapur umum di Halaman Dinas Sosial. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang juga langsung membangun posko tanggap darurat bencana dan tenda jaga.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Bernhard Saragih menjelaskan bahwa selain sudah mengurus secara administrasi, pihaknya juga langsung terjun ke lapangan dan melakukan langkah penanganan.
Selain itu sudah menerbitkan Surat Keputusan Bupati Sintang tentang penetapan status tanggap darurat bencana. Lalu juga membentuk Tim Satgas Bantingsor serta melakukan rapat koordinasi.
“Kita juga langsung menetapkan kantor kita sebagai Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir dan mendirikan posko jaga. Jadi, silakan kepada warga yang merasa menjadi korban atau terdampak banjir ini bisa melapor kepada petugas jaga di kantor kami,” imbau Bernhard Saragih.
Bernhad Saragih menuturkan, tim BPBD juga langsung melakukan penyisiran ke lokasi banjir dan rumah warga menggunakan perahu karet. “Tim kami memberikan himbauan kepada warga yang masih bertahan di rumahnya yang terendam banjir agar mereka selalu waspada,” terangnya.





