SINTANG – Kabupaten Sintang masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan, terutama dokter dan dokter gigi. Kondisi ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Hermaini, yang menilai pemenuhan tenaga medis menjadi salah satu tantangan utama dalam peningkatan layanan kesehatan di daerah.
“Dokter masih kurang, terutama dokter gigi. Dari 20 puskesmas di Kabupaten Sintang, baru delapan yang memiliki dokter gigi,” ungkap Edy Hermaini, beberapa waktu lalu.
Edy menjelaskan, pemerintah daerah berupaya memenuhi kebutuhan tenaga medis melalui jalur penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), karena untuk saat ini dokter gigi belum dapat direkrut melalui jalur PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).
“Dokter-dokter gigi nggak ada penerimaan lewat PPPK. Makanya kita berharap pemenuhan dokter gigi lewat penerimaan CPNS,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga kini Pemerintah Kabupaten Sintang belum mengusulkan formasi penerimaan dokter tahun 2026, karena prosesnya belum dibuka secara resmi oleh pemerintah pusat. “Kalau sudah dibuka, tentu kita akan usulkan. Tahun lalu kita usulkan 19 orang, tapi yang diterima hanya beberapa, bahkan ada dua orang yang mengundurkan diri,” beber Edy.
Menurutnya, salah satu kendala utama dalam pemenuhan tenaga kesehatan adalah minimnya minat dokter untuk bertugas di daerah terpencil. “Itu letihnya kita, begitu ditempatkan di daerah terpencil, banyak yang tidak mau,” ujarnya.
Edy menuturkan, untuk memperkuat sektor kesehatan, ada empat aspek yang perlu dibenahi, yakni regulasi, sumber daya manusia, sarana prasarana, dan penganggaran. “Kalau terkait SDM, kita bisa memenuhinya lewat penerimaan CPNS, PPPK, atau tenaga Nusantara Sehat dari Kementerian Kesehatan,” jelasnya.
Selain itu, jika kebutuhan tenaga medis masih belum terpenuhi, Dinas Kesehatan juga memberdayakan kader posyandu yang telah dilatih untuk memberikan edukasi dan pelayanan dasar kepada masyarakat. “Kader-kader posyandu kita didik untuk memberikan promosi awal dan pelayanan sederhana di masyarakat,” tambah Edy.






