BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr Harysinto Linoh mengungkapkan bahwa kasus gigitan hewan penular rabies hingga saat ini masih ada. Namun jumlahnya sudah menurun dibanding bulan-bulan sebelumnya.
“Untuk kasus kasus gigitan anjing sejak awal tahun hingga saat ini lebih dari 300-an kasus. Dua orang meninggal dunia. Yakni warga Kecamatan Dedai dan Kecamatan Tempunak,” kata Harysinto pada berita-aktual.com ketika ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Sintang, Kamis 3 November 2022.
Ia menyebut, semua kecamatan di Kabupaten Sintang Kecuali Kecamatan Serawai, sudah ada kasus rabies. “Hanya di Kecamatan Serawai belum ada laporan kasus rabies. Kasus gigitan anjing pun belum ada laporan hingga saat ini,” ungkapnya.
Ia mengatakan, untuk pelaksanaan vaksin pada hewan dilakukan oleh Bagian Peternakan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang. Sementara Vaksin Anti Rabies (VAR) untuk manusia tersedia di Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang.
“Untuk VAR ini kita siagakan di seluruh Puskesmas se Kabupaten Sintang. Untuk stok VAR, saat ini cukup. Kalau kurang kita minta lagi ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Jadi kalau digigit anjing segera ke Puskesmas untuk disuntik VAR,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Sinto kemudian menjelaskan langkah yang harus diambil jika digigit anjing rabies. Pertama bekas gigitan itu harus cepat dicucui dengan air mengalir menggunakan sabun, kemudian disikat sekitar 1-3 menit. Kemudian datang ke Puskesmas untuk mendapat suntikan VAR.
“Suntikan VAR ini diberikan tiga kali. Kalau terlambat disuntik VAR, sangat berbahaya. Untuk kasus rabies yang meninggal dunia, ada yang tidak disuntik VAR. Satunya lagi sudah disuntik. Tapi yang harus dipahami adalah rabies ini adalah penyakit dengan angka kematian 100 persen,” jelasnya.





