Kelangkaan Pupuk Subsidi Merupakan Masalah Nasional

oleh
Elisa Gultom, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Elisa Gultom mengatakan bahwa kelangkaan pupuk subsidi yang dikeluhkan masyarakat termasuk di Bumi Senentang merupakan masalah nasional.

“Kelangkaan pupuk subsidi ini masalah nasional. Jadi bukan hanya di Sintang. Bahkan di sentra pertanian terbesar Pulau Jawa, masalah ini juga muncul,” ungkap Gultom saat kegiatan Temu Lapangan Kelompok Tani Kecamatan Sungai Tebelian dan Dedai di Kebun Kelompok Tani Subur Makmur, Desa Gurung Kempadik, Kecamatan Sungai Tebelian, Senin 3 Oktober 2022.

Gultom kemudian mengungkapkan alasan terjadinya kelangkaan pupuk subsidi. Karena, bahan pembuatan atau produksi pupuk bersubsidi masih banyak menggunakan bahan-bahan yang harus didatangkan dari luar negeri.

“Jenis-jenis pupuk itu tidak semuanya ada di Indonesia. Nah, yang punya pupuk lengkap justru negara seperti Rusia dan Ukraina. Ini masalahnya, mereka sedang berperang. Mereka juga menahan ekspor, dampaknya harga pupuk melonjak tinggi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Gultom, Menteri Pertanian memberikan instruksi supaya kita semua menggunakan kearifan lokal untuk memenuhi kebutuhan pupuk.

“Contohnya adalah bagaimana membuat pupuk kompos. Karena pada dasarnya bahan-bahan pembuatan pupuk kompos di Sintang ini sangat tersedia. Hanya saja dibutuhkan kerja ekstra untuk membuat pupuk kompos yang dimaksud,” ujarnya.

Gultom mendorong petani menggunakan kompos bukannya tanpa alasan. Karena jika mengharapkan pupuk kimia, untuk mendapatkannya sangat-sangat sulit dalam dua atau tiga tahun kedepan. “Apalagi ada penahanan impor oleh negara-negara penghasil. Kalaupun ada pupuk non subsidi, harganya luar biasa. Sekarang ini, harga pupuk merk Mahkota Rp 600-Rp 700 ribu. Sementara sebelumnya sekitar Rp 300 ribu. Sudah ndak masuk kalau kita beli, mau jual berapa lagi,” tanya Gultom.

“Ini kondisi yang miris bagi petani. Harga pupuk naik sedikit saja, kita sudah disebut pembuat inflasi. Kalau harga tidak ada, siapa yang mau nanam? Serba salah posisi kita. Tapi faktanya disetiap resesi, disetiap krisis, petani lah penyelamat, tulang punggung negara ini. Itulah kebahagiaan kita petani, bisa membawa situasi ekonomi ke arah yang lebih baik.kita lepas dari setiap resesi gara-gara sektor pertanian,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.