Kemacetan Sintang Jadi Prioritas, Lasarus Dorong Pelebaran Lintas Melawi dan Duplikasi Jembatan

oleh
Suasana kemacetan di Jembatan Melawi yang kerap terjadi. Kedepan penanganan kemacetan akan jadi prioritas.

SINTANG – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus menegaskan komitmennya untuk mengatasi persoalan kemacetan di Jalan Lintas Melawi dan Jembatan Melawi, Kabupaten Sintang. Sejumlah skema penanganan pun telah disiapkan, mulai dari pelebaran ruas jalan hingga rencana duplikasi jembatan.

Menurut Lasarus, ruas Jalan Lintas Melawi selama ini dinilai belum memenuhi standar lebar jalan nasional. Karena itu, perlu dilakukan pelebaran di sisi kiri dan kanan jalan guna meningkatkan kapasitas serta kelancaran arus kendaraan.

“Sebenarnya kita sudah tinjau berkali-kali. Lintas Melawi itu ruas jalannya tidak standar. Kiri kanannya akan kita perluas. Tapi kita minta tugas Kabupaten Sintang untuk membebaskan lahan sekitarnya. Jangan sampai sudah kita masukkan APBN, tapi tidak bisa kerja karena menyentuh ruko atau bangunan warga. Jadi bereskan dulu lahannya, kalau itu sudah beres, kita anggarkan,” tegasnya, Jumat 27 Februari 2026.

Ia menyebut, apabila pembebasan lahan rampung, pelebaran Jalan Lintas Melawi akan menjadi prioritas pertama untuk dianggarkan melalui APBN. Apalagi, jalur tersebut merupakan akses vital yang setiap hari dilalui masyarakat.

Selain pelebaran jalan, Lasarus juga mengungkapkan rencana duplikasi Jembatan Melawi sebagai solusi jangka panjang. Namun, rencana tersebut masih memerlukan studi kelayakan dengan estimasi anggaran sekitar Rp5 miliar.

“Duplikasi itu akan kita kerjakan. Tapi studinya belum, masih butuh dana kurang lebih Rp5 miliar untuk studi. Jadi ini akan kita siapkan semua,” ujarnya.

Tak hanya infrastruktur fisik, penataan dan rekayasa lalu lintas juga menjadi perhatian. Lasarus menyarankan agar dilakukan simulasi bersama kepolisian dan Kementerian Perhubungan, terutama untuk mengurai kepadatan kendaraan dari arah Pontianak.

Ia mengusulkan agar arus kendaraan dari arah Pontianak dialihkan terlebih dahulu menuju kawasan bandara, kemudian dibuat bundaran untuk memutar arus sebelum masuk ke Jembatan Melawi. Dengan skema itu, kepadatan di titik jembatan diharapkan dapat terurai lebih panjang.

“Saran saya, dari arah Pontianak kita lambungkan ke bandara, bikin bundaran di sana, baru nanti masuk ke jembatan sini. Berarti sudah diurai dulu. Silakan disimulasi dengan kepolisian, nanti solusi mana yang kita ambil,” katanya.

Lasarus menegaskan, fokus utama tetap pada upaya mengatasi kemacetan di Jalan Lintas Melawi dan Jembatan Melawi sebagai salah satu titik krusial di Sintang.

Sementara itu, Bupati Sintang, Gregorius Bala menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan kemacetan di Jembatan Melawi, kawasan Tugu Jam, serta kebutuhan pelebaran Jalan Lintas Melawi telah berulang kali menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Soal infrastruktur, berulang kali saya menegaskan masalah Jembatan Melawi, kepadatan di Tugu Jam, kemudian Jalan Lintas Melawi yang perlu pelebaran, itu semua menjadi atensi khusus bagi kami,” ujarnya.

Gregorius memastikan, Pemerintah Kabupaten Sintang siap memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, termasuk pembebasan lahan dan komunikasi dengan masyarakat terdampak.

“Kalau syaratnya bukan soal dana dan lebih kepada hal-hal administratif maupun pembebasan lahan, kami siap. Termasuk komunikasi dengan masyarakat, itu tugas kami di pemerintah kabupaten,” tegasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.