Kesadaran Masyarakat Vaksin Hewan Masih Rendah

oleh
dr Harysinto Linoh, Kepala Dinas Kesehatan Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr Harysinto Linoh menilai kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksin hewan piaraan di Bumi Senentang masih rendah. Padahal vaksinasi hewan merupakan salah satu hal penting untuk mencegah gigitan hewan penular rabies.

“Kesadaran untuk vaksin hewan masih kurang sekali. Banyak sekali saya lihat anjing-anjing yang berkeliaran di Sintang belum divaksin rabies. Ini dibuktikan dengan belum ada tanda di lehernya,” ungkap Harysinto pada berita-aktual.com, belum lama ini.

Hewan yang belum diberi tanda belum divaksin dan berkeliaran tersebut bukan hanya anjing-anjing liar. Tapi juga anjing-anjing piaraan.

“Ada kita temukan anjing piaraan bebas berkeliaraan tanpa kalung, artinya belum divaksin rabies kan ya,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Sinto ini mengakui bahwa untuk mendorong masyarakat mau membawa binataan piaraan agar divaksin secara sukarela memang tidak mudah. “Memang agak susah ya, memang harus ada aturan yang mengatur,” ujarnya.

Sinto menegaskan vaksin pada hewan sangat penting untuk mencegah rabies. Mengingat kasus gugitan anjing di Sintang sejak awal tahun hingga saat ini lebih dari 300 kasus. Dua diantaranya meninggal dunia akibat gigitan anjing rabies. Yakni warga Kecamatan Dedai. Dan warga Kecamatan Tempunak.

“Makanya kalau digigit anjing lakukan penanganan dengan baik. Segera cuci bekas gigitan dengan air mengalir menggunakan sabun. Selanjutnya disikat beberapa menit. Jika itu semua sudah dilakukan, segera datang ke Puskesmas untuk mendapatkan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR). Lalu petugas akan menyuntikan Serum Anti Rabies (SAR),” ujar Sinto.

“Kalau terlambat divaksin sangat berbahaya bahkan bisa meninggal dunia. Apalagi jika anjingnya positif rabies. Dan harus diketahui juga bahwa tingkat kematian akibat rabies itu 100 persen,” jelas Sinto.

No More Posts Available.

No more pages to load.