Kurang dari 24 Jam, Tiga Pelajar Sintang Korban Tenggelam di Melawi Ditemukan

oleh
Pencarian 3 korban tenggelam di Sungai Melawi. Semuanya adalah pelajar dan ditemukan meninggal dunia.

SINTANG – Tak sampai 24 jam setelah dilaporkan tenggelam di Sungai Melawi, tiga pelajar di Kabupaten Sintang akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Jumat, 13 Februari 2026. Ketiga korban ditemukan dalam waktu berbeda setelah proses pencarian intensif sejak Kamis sore.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sintang, Siti Musrikah, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 16.27 WIB. Begitu informasi diterima, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian.

“Informasinya ada lima orang saat kejadian. Dua berhasil diselamatkan, sedangkan tiga lainnya tenggelam. Pencarian kami lakukan hingga Kamis malam,” ujar Siti.

Ia menjelaskan, korban pertama berinisial EN ditemukan pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Selanjutnya, korban berinisial DR ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB. Korban terakhir, FN, ditemukan pada pukul 13.40 WIB.

Suasana haru menyelimuti proses pencarian hingga penemuan para korban. Siti mengaku sangat terpukul saat mengetahui latar belakang keluarga salah satu korban.

“FN merupakan anak bungsu. Dari cerita orang tuanya, mereka memiliki empat anak dan semuanya telah meninggal dunia karena berbagai sebab. Ini tentu menjadi pukulan yang sangat berat bagi keluarga,” tuturnya dengan suara bergetar.

Ia menceritakan, ibunda FN sempat syok dan tak kuasa menahan kesedihan. Dirinya pun berupaya memberikan penguatan dan pendampingan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

Siti juga mengungkapkan kisah dari orang tua korban lainnya, DR. Dalam sepekan terakhir sebelum kejadian, DR disebut kerap menunjukkan perhatian dan kasih sayang lebih kepada ibunya.

“Orang tuanya bercerita, anaknya belakangan ini sering mencium dan memeluknya. Ada firasat yang baru disadari setelah kejadian ini,” kata Siti.

Berdasarkan keterangan keluarga, para korban diketahui kerap menyeberang sungai saat kondisi air surut dan pasir mulai terlihat di kedua sisi. Namun saat kejadian, kondisi air masih cukup dalam.

“Mereka mandi bersama teman-temannya seperti biasa. Cuma kita tidak tahu yang namanya ajal dan takdir, kita tidak bisa melawan itu,” ujarnya.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.