SINTANG – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, melakukan kunjungan kerja ke RSUD Ade M Djoen Sintang bersama jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, Jumat 27 Februari 2026.
Hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, Wakil Ketua DPRD Sintang, Yohanes Rumpak, Anggota DPRD Sintang Jimi Manopo dan Wardianus, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sintang.
Dalam kunjungan itu, Pemerintah Kabupaten Sintang mengusulkan sejumlah program pembangunan strategis, mulai dari pembangunan RSUD Ade M Djoen, pembangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sudiyanto, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), hingga infrastruktur PDAM.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menyampaikan langsung berbagai kebutuhan pembangunan di daerahnya. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat untuk meningkatkan pelayanan dasar masyarakat.
Lasarus mengatakan RSUD Ade M Djoen merupakan rumah sakit rujukan di wilayah timur Kalimantan Barat yang melayani pasien dari lima kabupaten, yakni Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu, dengan Sintang sebagai tuan rumah.
“Kondisi rumah sakit ini dalam situasi tertentu membludak. Sampai ke pelataran, tidak ada tempat, tentu ini tidak layak. Peralatan juga masih kurang. Dokter sebenarnya cukup banyak, tadi saya lihat dokter spesialis ada 24 yang stay di sini, kemudian ada enam yang terbang. Berarti sekitar 30 orang, bahkan bisa tambah lagi kalau dibutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, yang perlu dibenahi saat ini adalah infrastruktur dan daya tampung rumah sakit. Ia menegaskan akan mengupayakan dukungan dari Kementerian Kesehatan, sementara dari sisi infrastruktur akan dikoordinasikan melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
“Kalau daya tampung sudah kuat, fasilitasnya bagus, pasti pelayanan meningkat. Daya tampung kita perkuat, fasilitas kita perkuat, sumber daya manusianya kita perkuat, maka baguslah nanti rumah sakit ini. Itu yang mau kita kejar,” tegasnya.
Selain RSUD, pembangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sudiyanto juga menjadi perhatian. Lasarus menilai lokasi RSJ yang saat ini menempati bekas rumah sakit umum lama di tengah kota dan kawasan pasar sudah tidak ideal.
“Rumah sakit jiwa itu seharusnya berada di tempat yang lebih tenang dan tidak di tengah keramaian. Lingkungannya harus mendukung proses pemulihan pasien. Itu juga akan kita upayakan. Tugas pemda menyiapkan lahan, tugas kita mencari anggarannya,” jelasnya.
Di sektor lingkungan, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) juga diusulkan. Lokasi disebut telah tersedia, dan Lasarus menyatakan siap mengawal penganggarannya di tingkat pusat.
“Lokasi sudah ada. Kebetulan kepala balai juga hadir di Sintang. Nanti akan kita kawal supaya bisa dianggarkan,” katanya.
Sementara itu, untuk infrastruktur air bersih, kondisi PDAM Sintang juga memerlukan perhatian serius. Intake air disebut dalam kondisi rawan roboh dan membutuhkan penguatan dengan estimasi anggaran sekitar Rp10 miliar. Selain itu, perbaikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan jaringan saluran yang rusak diperkirakan membutuhkan anggaran tambahan sekitar Rp10 miliar, sehingga total kebutuhan mencapai Rp20 miliar.
“Ini akan kita upayakan. Mudah-mudahan di APBN 2026 sebagian bisa kita kerjakan, sisanya kita lanjutkan di 2027,” pungkas Lasarus.







