SINTANG – Kebahagiaan tak terhingga dirasakan Mirza Rafi Navazani. Tepat sehari setelah namanya diumumkan sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026, siswa SMAN 1 Sintang itu merayakan ulang tahunnya yang ke-16.
Bagi Mirza, kelolosan menjadi wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional merupakan hadiah ulang tahun paling berharga dalam hidupnya.
Mirza lahir di Sintang pada 23 Juni 2010. Sementara pengumuman resmi calon Paskibraka Nasional 2026 dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dilakukan pada 22 Juni 2026. Sehari berselang, tepat di hari ulang tahunnya, Mirza menerima kabar yang selama ini ia perjuangkan.
“Alhamdulillah, ini juga hadiah terbaik seumur hidup dari Yang Maha Kuasa,” ujar Mirza saat ditemui di kediamannya, Selasa (23/6/2026).
Putra pasangan Dodi Purnomo dan Eka Maya ini tidak menyangka perjuangannya akan berbuah manis. Apalagi sebelumnya namanya sempat tidak masuk dalam daftar awal calon yang diberangkatkan ke tingkat pusat.
“Sebelumnya saya tidak masuk perankingan. Kemudian ada teman dari Ketapang yang Medical check up atau MCU-nya gagal, lalu saya ditelepon dan diminta mengikuti MCU keesokan harinya,” cerita Mirza.
Dengan persiapan mendadak, Mirza berangkat ke Pontianak untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Hasilnya dinyatakan baik dan ia kemudian melanjutkan seleksi ke Jakarta.
“Di Jakarta langsung menjalani pemeriksaan kesehatan seperti mata, gigi, THT, penyakit dalam, ortopedi, dan lainnya. Alhamdulillah diberikan kelancaran sampai akhirnya lolos,” katanya.
Siswa dengan tinggi badan 180 sentimeter itu mengaku sudah mempersiapkan diri sejak SMP. Ia aktif mengikuti kegiatan paskibra dan berbagai lomba baris-berbaris.
“Dari SMP saya sudah ikut LKBB. Saat masuk SMA memang sudah fokus ingin ikut Paskibraka. Dari awal masuk SMA sudah mulai latihan dan belajar,” ungkapnya.
Perjuangan Mirza juga mendapat dukungan penuh dari keluarga. Bahkan ia menjalani sejumlah perawatan untuk memenuhi persyaratan seleksi, seperti pemasangan behel dan perawatan keloid.
Kini, Mirza bersiap menjalani pendidikan dan pelatihan selama sekitar 40 hari. Ia akan berangkat pada Juli 2026, dengan lokasi awal pelatihan di Cibubur sebelum nantinya menjalani latihan di kawasan Monas.





