SINTANG – Lomba tangkap babi menjadi salah satu atraksi yang paling menyita perhatian masyarakat dalam rangkaian Pekan Gawai Dayak (PGD) XIII Kabupaten Sintang. Kegiatan yang digelar di halaman Rumah Betang Tampun Juah, Sabtu (1/8/2026), berlangsung meriah dan dipenuhi sorak-sorai penonton.
Sebanyak 21 peserta mengikuti perlombaan tersebut, terdiri dari 20 peserta pria dan satu peserta wanita. Sejak lomba dimulai, gelak tawa dan tepuk tangan penonton terus mengiringi aksi para peserta yang berusaha menangkap babi dengan berbagai cara.
Lomba tangkap babi memang selalu menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu masyarakat setiap pelaksanaan Pekan Gawai Dayak. Selain menghadirkan hiburan, perlombaan ini juga menjadi bagian dari tradisi yang turut menyemarakkan perayaan budaya Dayak di Kabupaten Sintang.
Turut hadir menyaksikan perlombaan tersebut Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang, Jeffray Edward, serta Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak XIII Kabupaten Sintang, Toni sekaligus membuka perlombaan.
Dalam sambutannya sebelum perlombaan dimulai, Ketua Panitia PGD XIII Sintang, Toni, menjelaskan aturan yang harus dipatuhi para peserta. Ia mengatakan seluruh peserta akan ditutup matanya sebelum memasuki arena lomba.
Selain itu, tangan peserta terlebih dahulu dilumuri minyak goreng. Hal yang sama juga dilakukan pada kaki babi yang menjadi target tangkapan, sehingga tingkat kesulitan perlombaan semakin tinggi dan menambah keseruan bagi para penonton.
“Lomba ini memang menguji ketangkasan, kecepatan, dan strategi peserta. Karena mata ditutup dan tangan licin akibat minyak goreng, tentu tidak mudah menangkap babi yang juga bergerak aktif,” ujarnya.
Toni juga mengingatkan seluruh peserta untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi hiburan yang menyenangkan sekaligus mempererat kebersamaan dalam semangat Pekan Gawai Dayak.





