SINTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Sandan mengungkapkan bahwa sebagian besar akses masyarakat di Kecamatan Ambalau dan Kecamatan Ambalau masih mengandalkan jalur sungai.
“Akses transportasi kita kebanyakan lewat sungai. Untuk akses dari Kota Sintang menuju ibukota Kecamatan Serawai yakni Nanga Serawai, sudah bisa lewat darat menggunakan mobil. Meskipun harus melewati jalan perusahaan,” ungkap Sandan.
Hal itu disampaikan Sandan ketika diwawancarai wartawan di Indoor Apang Semangai Sintang, Senin 14 Oktober 2024, kemarin.
Kemudian, sambung Sandan, akses ke Nanga Kemangai yang merupakan ibukota Kecamatan Ambalau juga bisa tembus lewat jalur darat. Namun, lagi-lagi harus melewati jalan milik perusahaan.
“Kalau untuk jalan ke desa-desa di Kecamatan Serawai dan Kecamatan Ambalau, saat ini memang sebagian besar lewat sungai, ada yang pakai speedboat dan banyak yang menggunakan cis (longboat dengan mesin dimodifikasi),” kata legislator Partai Gerindra ini.
Sandan bercerita, ketika dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sintang periode 2014-2019 silam, sempat dibuka akses jalan darat menuju Keremoi, Buntut Sabon dan Menakon. Namun karena tak pernah dilakukan pemeliharaan, akses jalan darat tak bisa dilalui kendaraan lagi.
“Mudahan-mudahan tahun ini bisa kita lakukan pemeliharaan lagi. Kita sangat berharap dengan bupati dan wakil bupati Sintang terpilih bisa memperjuangkan pembangunan infrastruktur jalan ini. Saya juga akan berusaha maksimal, apalagi tahun ini mendapatkan unsur pimpinan DPRD Kabupaten Sintang sebagai wakil ketua periode 2024-2029,” pungkasnya.






