SINTANG – Air mata haru tak terbendung dari wajah Eka Maya saat bercerita tentang putranya, Mirza Rafi Navazani, berhasil terpilih sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026 mewakili Provinsi Kalimantan Barat.
Bagi Eka Maya, pencapaian Rafi bukan hanya sebuah prestasi, tetapi buah dari doa, kerja keras, dan tekad kuat yang telah dibangun anaknya sejak duduk di bangku SMP.
Dengan suara bergetar sambil mengusap air mata, Eka Maya mengaku sangat bahagia dan bangga karena anaknya mendapat kesempatan mengibarkan Sang Merah Putih di Istana Negara pada 17 Agustus mendatang.
“Yang jelas senang sekali lah, bang. Bangga terhadap anak yang begitu,” ujar Eka Maya dengan mata berkaca-kaca.
Ia menceritakan, sejak kecil Rafi memang memiliki cita-cita besar. Bahkan sejak SMP, anaknya sudah memiliki tekad kuat untuk menjadi anggota Paskibraka.
“Dari SMP, pokoknya ‘Aku mau masuk ini ya, Mak. Ini ya, Mak.’ Saya hanya tinggal mendukung dan berdoa saja. Alhamdulillah diberikan kemudahan, diberikan kelancaran untuk semua urusannya,” ucapnya.
Menurut Eka Maya, selama mengikuti kegiatan Paskibraka sejak SMP, Rafi menunjukkan keseriusan dan kedisiplinan yang tinggi. Sebagai orang tua, ia hanya berusaha memberikan dukungan serta mengingatkan anaknya untuk menjaga diri demi masa depan.
“Saya bilang, kalau memang itu keinginanmu, orang tua hanya tinggal mendukung dan berdoa. Hal-hal yang kurang baik seperti pergaulan zaman sekarang, misalnya merokok, itu tolong dihindari. Saya bilang begitu untuk masa depan,” tuturnya.
Di mata sang ibu, kebanggaan terhadap Rafi bukan hanya karena prestasinya, tetapi juga karena sikapnya sehari-hari. Rafi dikenal sebagai anak yang patuh dan mau membantu keluarga.
“Kalau di rumah dia patuh. Orang-orang sekitar sini juga mungkin akan berkata seperti itu,” katanya.
Selain belajar dan berlatih Paskibraka, Rafi juga terbiasa membantu usaha keluarga. Ia tidak pernah malu berjualan kerupuk untuk membantu orang tua.
“Sering bantu-bantu, sering jualan kerupuk juga dia tidak malu. Saya bilang, selagi halal jangan malu,” kata Eka Maya.
Sejak SMP, Rafi sudah terbiasa mengantar kerupuk ke warung-warung dan rumah makan. Ia bahkan sering membawa dagangan hingga kawasan Pasar Sungai Durian.
“Dia yang ngantar ke warung-warung, seperti ke rumah makan Cak Sandi. Sejak SMP sudah biasa nenteng kerupuk ke pasar. Kadang sampai Sungai Durian juga tidak malu,” ujarnya.
Menjelang putranya tampil sebagai Paskibraka Nasional, Eka Maya mengatakan persiapan yang dilakukan adalah menjaga kesehatan agar dapat menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Saat ditanya apakah keluarga akan menggelar acara nonton bersama, ia menjawab sambil tertawa, “Nanti mau pasang layar tancap, nonton bareng.”
Sementara itu, Rafi menjelaskan bahwa orang tua memiliki kesempatan khusus untuk hadir langsung menyaksikan rangkaian kegiatan di Istana Negara. Orang tua akan diundang saat pengukuhan, upacara pengibaran, hingga penurunan bendera.
Mirza Rafi Navazani lahir di Sintang pada 23 Juni 2010. Sehari setelah pengumuman Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terkait calon Paskibraka Nasional 2026 pada 22 Juni 2026, Rafi resmi merayakan ulang tahunnya yang ke-16 dengan hadiah terindah: terpilih membawa nama Kalimantan Barat ke tingkat nasional.
Rafi merupakan siswa SMAN 1 Sintang. Ia tinggal di Jalan Pangeran Kuning, Kelurahan Tanjung Puri, Kabupaten Sintang. Dengan tinggi badan 180 sentimeter, ia kini bersiap menjalani tahapan berikutnya menuju tugas besar mengibarkan bendera pusaka di Istana Negara pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.






