BERITA-AKTUAL.COM – Meningkatnya kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) pada remaja di Kabupaten Sintang yang sempat viral beberapa waktu lalu jadi perhatian Puskesmas Dara Juanti. Oleh karena itu dalam salah satu program Puskesmas, terus digencarkan sosialisasi tentang Infeksi Menular Seksual (IMS) pada remaja khususnya dengan mendatangi sekolah-sekolah.
“Seiiring berjalannya waktu, beberapa waktu lalu kan sempat viral soal IMS, jadi sekarang kita lebih fokus mengejar Pelayanan pada Kesehatan Remaja atau PKPR,” ungkap Kepala Puskesmas Dara Juanti, dr Edy ketika ditemui media berita-aktual.com, belum lama ini.
Pelayanan PKPR ke sekolah-sekolah, kata dr Edy, juga dirangkai dengan kegiatan skrining kejiwaaan. Seperti pemeriksaan Gangguan Mental Emosional (GMS). “Dalam kegiatan ini kita mengunjungi SMP dan SMA di wilayah Puskesmas Dara Juanti,” jelasnya.
Untuk kasus IMS di wilayah kerjanya, dr Edy mengungkapkan bahwa memang ada warga yang datang langsung ke Puskesmas Dara Juanti. “Sejak saya menjabat sebagai Kepala Puskesmas Dara Juanti, kalau tidak salah ada dua kunjungan terkait IMS. Pengunjungnya laki-laki dan juga perempuan, mereka bukan pasangan. Mereka mengalami IMS dan bisa disembuhkan,” jelasnya.
Sebelumnya, juga ada warga yang diduga terkena HIV. Namun setelah yang bersangkutan diminta ke RSUD Ade M Djoen, hasil pengecekannya ternyata tidak reaktif. “Yang bersangkutan adalah remaja usia belasan, hasil testnya negatif HIV, penyakitnya infeksi biasa,” jelasnya.
dr Edy menegaskan bahwa HIV ini erat kaitannya dengan stigma. “Oleh karena itu stigma itu harus dihilangkan. Karena HIV sudah ada obat untuk menekan virusnya. Jika rutin minum obat, imun bagus, otomatis bisa hidup seperti biasa,” ujarnya.





