BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang, Maryadi mengungkapkan bahwa isu stunting ini merupakan tugas pemerintah yang harus dituntaskan bersama-sama. Karena bukan hanya terkait program pemerintah. Tetapi juga sebagai program kemanusiaan.
“Stunting ini program pemerintah, namun ada yang lebih penting dari itu yaitu program kemanusiaan. Oleh karena itu, kepada para Camat mohon dukungannya untuk membantu mengkoordinir seluruh penyuluh untuk tetap bertugas dan melaporkan semua tanggungjawabnya,” pinta Maryadi.
Hal itu disampaikannya saat memberikan pembekalan pada Duta 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Tingkat Kecamatan di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Selasa 8 November 2022. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bappeda Sintang Kartiyus, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Sintang, Veronika Ancili serta para camat.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Syarif Yasser Arafat mengatakan dengan dikukuhkannya 14 Duta 1000 HPK diharapkan membantu mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Sintang.
“Sehingga membantu mencapai target angka prevalensi stunting di Indonesia sebesar 14 persen di tahun 2024,” harapnya.
Selain itu, sambung Syarif Yasser Arafat, Duta 1000 HPK ini sangatah penting dan strategis tugasnya dalam rangka mempercepat penurunan stunting untuk mencapai target nasional sebesar 14 persen di tahun 2024.
“Terimakasih untuk dukungan semua pihak dan tugas besar lagi juga untuk duta 1000 HPK. Sejak tahun 2017-2021 prevalensi stunting sudah menurun dari 44 persen ke 28 persen,” tegas Syarif Yasser Arafat.
“Para Duta 1.000 HPK akan mendapatkan pelatihan terkait dengan pentingnya gizi dalam 1.000 hari pertama kehidupan, kehamilan yang sehat dan tumbuh kembang anak agar dapat berdampak terhadap penurunan angka stunting,” harapnya.
Ia juga berharap dengan adanya Duta 1000 HPK ini dapat membantu merealisasikan Generasi Emas di Tahun 2045 dengan mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.






