BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr Harysinto Linoh mengatakan bahwa ketika banjir merendam 11 kecamatan di Bumi Senentang, hingga saat ini pihaknya sudah memberikan pelayanan kesehatan pada 1.200 warga yang terdampak di sejumlah desa atau kelurahan.
Selama periode banjir tersebut, kata Harysinto, penyakit yang paling banyak dikeluhkan warga adalah batuk pilek. Kedua adalah gatal-gatal penyakit kulit. Ketiga, yang kita temukan adalah darah tinggi.
“Saat kita mendatangi warga terdampak banjir di Kelurahan Alai, kita tak hanya memberikan pelayanan kesehatan. Tapi juga memberikan pelayanan untuk pembinaan kesehatan jiwa pada mereka yang terdampak banjir. Langkah yang dilakukan, kita ajak ngobrol, kita evaluasi kejiwaannya mereka,” beber Harysinto usai melakukan pelayanan kesehatan di Kelurahan Alai, bebera waktu lalu.
Ketika ditanya apakah ada penyakit-penyakit krusial yang ditemukan saat pelayanan kesehatan, pria yang akrab disapa Sinto ini menjawab bahwa hingga saat ini belum ada.
“Penyakit-penyakit krusial hingga saat ini belum ada. Ada warga yang terkena penyakit diare, tapi tidak banyak. Tiga yang terbanyak ya itu, batuk pilek, gatal-gatal dan darah tinggi atau hipertensi,” bebernya lagi.
Tak hanya di Kecamatan Sintang, kata Sinto, laporan dari daerah lain yang juga terdampak banjir juga sama terkait keluhan penyakit dominan.
“Laporan dari kecamatan lain kebanyakan tetap sama ya, batuk pilek. Gatal-gatal biasanya nanti setelah banjir surut, makin banyak keluhannya,” ungkap Sinto.





