SINTANG – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, puluhan kader Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Sintang menggelar aksi gotong royong di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kelurahan Akcaya, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan yang mengusung semangat ekologis Bung Karno tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPC PDIP Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak. Aksi gotong royong dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengajak masyarakat lebih bijak dalam mengelola sampah.
Yohanes Rumpak mengatakan, TPS3R di Kelurahan Akcaya menjadi contoh pengelolaan sampah yang layak ditiru dan diperbanyak di berbagai wilayah. Menurutnya, sampah yang dipilah dapat diolah dan memiliki nilai ekonomi sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Hari ini dalam rangka Bulan Bung Karno, kami melaksanakan aksi gotong royong bersih sampah di TPS3R Kelurahan Akcaya. Tempat ini mengelola sampah dengan cara dipilah, kemudian diolah dan dijual kembali. Model seperti ini seharusnya dapat ditiru dan diperbanyak karena sangat bermanfaat,” ujar Yohanes.
Ia menjelaskan, selama ini banyak masyarakat yang masih membuang sampah begitu saja tanpa memanfaatkannya. Padahal, berbagai jenis sampah seperti plastik, botol, dan barang bekas lainnya masih memiliki nilai jual apabila dipilah dan diserahkan ke TPS3R.
“Sesungguhnya ketika kita membuang sampah tanpa dikelola, kita sedang membuang uang. Sangat disayangkan karena sampah-sampah tersebut masih memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Yohanes juga mengajak masyarakat untuk mulai peduli terhadap persoalan sampah dengan menerapkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sesuai jenisnya, lalu menjual sampah yang masih bernilai ke TPS3R.
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga membantu mengurangi penumpukan sampah di sejumlah tempat pembuangan sementara di Kabupaten Sintang.
“Kalau masyarakat memilah sampah kemudian menjualnya ke TPS3R, tentu akan mengurangi penumpukan sampah di beberapa TPS seperti di Sungai Durian, Baning, maupun lokasi lainnya yang selama ini masih cukup tinggi. Ini juga akan meringankan beban kerja pemerintah daerah dan petugas kebersihan dalam mengelola sampah,” pungkasnya.







