Pertamina Pastikan Stok Gas LPG 3 Kg dan BBM Tersedia untuk Masyarakat Ambalau

oleh
Elpiji di salah satu pangkalan Desa Nanga Kemangai, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang.

SINTANG – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan stok gas LPG 3 Kg dan BBM tersedia untuk masyarakat Ambalau, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Pertamina memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dengan melakukan penguatan distribusi LPG 3 kilogram dan BBM jenis Pertalite di Kecamatan Ambalau menyusul aspirasi masyarakat terkait kelancaran pasokan energi di wilayah tersebut.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa selama periode tersebut Pertamina telah melakukan penyaluran dan pengiriman BBM dan LPG secara berjadwal sebagai langkah untuk menjaga ketersediaan BBM dan LPG di wilayah Ambalau.

“Pertamina terus memastikan ketersediaan BBM dan LPG di wilayah Ambalau. Saat ini, penyaluran BBM di wilayah tersebut dilakukan melalui 1 lembaga penyalur yakni SPBU 3T 66.786004 yang menyalurkan produk Pertalite dan Biosolar dengan suplai dari Fuel Terminal Sintang. Sejak awal tahun, tercatat telah dilakukan 5 kali pengiriman BBM yakni pada tanggal 1, 3, 6, 7, dan 8 Januari 2026 dan hari ini tanggal 9 Januari juga dijadwalkan pengiriman BBM ke SPBU tersebut. Pengiriman ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi dan layanan kepada konsumen tetap berjalan normal,” ujar Edi melalui siaran pers yang diterima berita-aktual.com.

Edi menambahkan, secara umum penyaluran BBM di wilayah Sintang berlangsung dengan distribusi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Penyaluran dari Fuel Terminal Sintang terus dioptimalkan untuk melayani kebutuhan masyarakat di wilayah Ambalau.

“Pertamina terus melakukan pemantauan distribusi secara intensif dan memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai dengan rencana agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” jelas Edi.

Terkait LPG 3 kilogram, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan bahwa penyaluran dilakukan sesuai alokasi dan ketentuan yang berlaku. Pertamina juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta agen dan pangkalan untuk memastikan distribusi LPG subsidi berjalan tepat sasaran.

“Pengiriman LPG 3 Kg ke Kecamatan Ambalau dilakukan dengan multimoda yakni jalur darat dan sungai yang membutuhkan waktu sekitar 1-2 hari untuk sampai ke pangkalan. Namun demikian, Pertamina memastikan terus melakukan optimalimasi distribusi dan memastikan agar pasokan di lapangan terpenuhi. Untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi, Pertamina menyiapkan tambahan pasokan sekitar 114% dari rata-rata penyaluran harian di awal bulan Januari,” papar Edi.

“Kami memahami kondisi geografis dan tantangan akses di wilayah seperti Ambalau. Oleh karena itu, Pertamina terus memperkuat koordinasi lintas pihak serta melakukan pengawasan distribusi agar pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga,” tambah Edi.

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan pasokan energi, termasuk di wilayah 3T. Masyarakat diimbau untuk mendapatkan LPG 3 kilogram dan BBM di lembaga penyalur resmi serta melaporkan apabila menemukan harga di atas ketentuan atau indikasi penyimpangan distribusi melalui Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com, atau media sosial resmi @pertamina135.

Sebelumnya pada Kamis 8 Januari 2026, masyarakat yang tergabung dalam Aksi Masyarakat Peduli Kecamatan Ambalau menggelar aksi damai memprotes kelangkaan LPG dan BBM di Ambalau.

Ada tiga poin tuntutan massa aksi:

1. Mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk menjamin ketersediaan stok Gas Elpiji 3 KG agar tıdak terjadi kelangkaan di masyarakat Kecamatan Ambalau, serta menindak tegas oknum yang menyebabkan harga melambung tinggi di luar batas kewajaran. Kelangkaan ini telah memaksa warga (rumah tangga), kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak, yang merupakan bentuk kemunduran bagi kesejahteraan masyarakat.

2. Mendesak pihak terkait untuk segera menormalisasi pasokan BBM (Pertalite), mengingat kelangkaan ini telah melumpuhkan aktivitas transportasi air sebagai urat nadi mobilisasi masyarakat Ambalau. Kondisi ini berdampak langsung pada terhambatnya arus balik pelajar yang akan kembali k e sekolah/institusi pendidikan, keberangkatan kepulangan warga masyarakat kecamatan Ambalau yang berobat, biaya transportasi naik serta menghambat aktivitas ekonomi masyarakat umum yang bergantung sepenuhnya pada jasa transportasi air

akibat ketiadaan bahan bakar.

3. Menuntut Pemerintah dan pihak terkait untuk menambah kuota stok Elpiji 3 KG dan BBM khusus bagi pemegang izin pangkalan resmi d i Kecamatan Ambalau serta meminta kepastian bahwa distribusi benar-benar sampai dan beredar di wilayah Kecamatan Ambalau secara merata.

No More Posts Available.

No more pages to load.