SINTANG – Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2026, PLN Indonesia Power UBP Sintang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang dan SMA Negeri 2 Sintang menggelar kegiatan penanaman ratusan pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMA Negeri 2 Sintang ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga pendidik, pelajar, hingga masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan DLH Kabupaten Sintang, pihak sekolah, Lurah Kapuas Kanan Hulu, jajaran Polsek Sintang, Koramil Sintang, serta pegawai PLN Indonesia Power UBP Sintang.
Manager PLN Indonesia Power UBP Sintang, Bayu Putra Surya Perdana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan. Ia menilai, peringatan Hari Bumi menjadi momentum penting untuk kembali menumbuhkan kesadaran bahwa bumi merupakan rumah bersama yang harus dijaga.
“Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut berperan aktif dalam menjaga lingkungan sejak dini,” ujarnya.
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, PLN Indonesia Power UBP Sintang menyerahkan sebanyak 384 bibit pohon kepada DLH Kabupaten Sintang. Bibit tersebut terdiri dari berbagai jenis tanaman buah seperti rambutan, durian, lengkeng, mangga, dan petai, serta tanaman keras seperti trembesi, mahoni, dan sengon.
Selain itu, dilakukan juga penanaman bersama sebanyak 100 bibit pohon di area SMA Negeri 2 Sintang. Penanaman ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau dan asri, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi pelajar tentang pentingnya menjaga alam.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Siti Musrikah, menegaskan bahwa peringatan Hari Bumi harus dimaknai sebagai dorongan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam.
“Komitmen itu harus diwujudkan melalui aksi nyata, mulai dari hal sederhana seperti mengurangi sampah plastik, menanam pohon atau bunga, serta menghemat energi. Jika dilakukan bersama, dampaknya akan besar,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kegiatan menanam tidak harus dilakukan di lahan luas. Menurutnya, masyarakat, termasuk pelajar, dapat memulai dari rumah dengan memanfaatkan media sederhana seperti polybag.
“Menanam tidak harus di lahan luas. Bisa dimulai dari rumah. Satu orang menanam satu pohon saja sudah berkontribusi menjaga bumi,” katanya.
Selain penghijauan, DLH Sintang turut menekankan pentingnya pengurangan sampah plastik dan penghematan energi sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan. Siti menilai, isu energi saat ini telah menjadi persoalan global yang membutuhkan kesadaran bersama.
“Ini bukan lagi soal daerah, tetapi sudah menjadi isu global. Kita harus mulai dan terus menghemat energi,” tegasnya.
Ia berharap, sekolah dapat terus mengembangkan program peduli lingkungan, seperti membiasakan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, serta menerapkan pola hidup hemat energi di lingkungan pendidikan.
Dengan mengusung semangat “Our Power, Our Planet”, Siti mengajak seluruh masyarakat untuk memulai langkah kecil dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan bumi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hutan agar tidak mengalami kerusakan seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain. Pengalaman banjir besar yang melanda Sintang pada 2021 menjadi pelajaran berharga agar upaya pelestarian lingkungan terus diperkuat.
“Menanam pohon itu investasi jangka panjang. Tidak harus kita yang menikmati hasilnya, tetapi anak cucu kita nanti,” pungkasnya.




