Realisasi Penyaluran Pupuk Subsidi di Sintang

oleh
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Distanbun Sintang, Syafarman.

SINTANG – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Sintang mencatat penyaluran pupuk bersubsidi hingga September 2025 sudah mencapai lebih dari 90 persen.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Syafarman, menyampaikan bahwa untuk pupuk NPK, dari total alokasi 3.600 ton, telah tersalurkan sebanyak 3.281 ton atau sekitar 91 persen. Sementara untuk pupuk Urea, dari alokasi 1.600 ton, sudah tersalurkan 1.251 ton atau 78 persen.

“Masih ada sisa pupuk NPK sekitar 317 ton dan Urea 344 ton yang perlu segera diserap petani sebelum Desember,” ujar Syafarman kepada berita-aktual.com, belum lama ini.

Ia menjelaskan, penyaluran pupuk bersubsidi tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025 sebagai pelaksanaan dari Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi. Pupuk ini diberikan kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Adapun komoditas yang berhak menerima antara lain tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, ubi kayu; hortikultura seperti cabai, bawang merah, bawang putih; serta tanaman perkebunan rakyat seperti kopi, tebu rakyat, dan kakao.

Pengelola Usaha Distribusi (PUD) Pupuk untuk wilayah Sintang, Sepauk, Dedai, dan Kayan Hilir, Mimin Setiadi, menambahkan bahwa capaian penyaluran tahun ini sudah cukup tinggi. Berdasarkan laporan dari Distanbun, realisasi NPK mencapai sekitar 91 persen dan Urea sekitar 85 persen.

Namun, Mimin mengakui masih ada petani yang belum menerima pupuk karena keterbatasan Surat Keputusan (SK) alokasi dari pemerintah. “Kondisinya, RDKK lebih besar dari SK alokasi yang diberikan. Jadi perlu dilakukan realokasi dari Dinas Provinsi agar semua petani bisa mendapatkan pupuk sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Ia berharap ke depan kuota pupuk bersubsidi dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan agar distribusi berjalan lebih adil dan tepat waktu.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.