SINTANG – Sekda Sintang, Kartiyus membuka kegiatan Rapat Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor dalam rangka Scale Up Integrasi Pelayanan Kesehatan (ILP) di Kabupaten Sintang, Rabu 7 Mei 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel My Home Sintang.
Penanggung jawab GF ILP Kabupaten Sintang, Hasan Basri mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk terlaksananya diskusi dan advokasi dengan pimpinan daerah, lintas program dan lintas sektor terkait dalam persiapan pelaksanaan ILP sekaligus monitoring dan evaluasi pelaksanaan ILP.
“Adapun tujuan khususnya adalah adanya kesepakatan waktu pelaksanaan ILP, adanya kesepakatan terkait pembentukan tim pembina ILP baik tingkat kabupaten, Puskesmas maupun desa dan terlaksananya pertemuan membahas hasil monitoring dan evaluasi selama pelaksanaan scale up ILP,” beber Hasan.
Ia mengatakan kegiatan tersebut menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi. Kegiatan ini diikuti 50 peserta.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini mengatakan bahwa penerapan ILP mulai dicanangkan (launching) secara nasional pada tanggal 31 Agustus 2023.
Di Sintang, puncak dari penerapan ILP ini adalah dilaksanakannya pencanangan (launching) ILP Puskesmas dan penandatanganan kesepakatan bersama penerapan ILP oleh kepala Puskesmas bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tanggal 12 November 2024 oleh bupati terdahulu di Puskesmas Sungai Durian Sintang.
“Bersamaan dengan launching ILP, Puskesmas juga telah menerapkan rekam medik elektronik (RME) di 20 Puskesmas dengan konsep tanpa kertas (less paper) sebagai upaya mempermudah dalam hal pencatatan dan pelaporan pasien demi mendukuing program transformasi sistem kesehatan,” jelasnya.
Ia menututkan, konsep integrasi pelayanan kesehatan primer di tingkat kecamatan akan diikuti sampai ke tingkat desa/kelurahan dengan keberadaan unit kesehatan di desa yakni puskesmas pembantu (pustu).
“Sampai hari ini, dari 20 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sintang, sejumlah 12 Puskesmas sudah melakukan launching dan menerapkan ILP. Masih ada 8 Puskesmas yang belum menerapkan ILP. Tentunya kami berharap sampai dengan akhir tahun ini semua Puskesmas sudah menerapkan ILP,” harapnya.
Edy berharap dengan adanya rapat koordinasi ini adalah terlaksananya diskusi dan advokasi dengan pimpinan daerah, lintas program dan lintas sektor terkait dalam penerapan ILP di Puskesmas sampai ke Pustu dan Posyandu.
“Oleh karena itu kami mengundang kepala puskesmas, bidang-bidang yang melaksanakan program di lingkungan Dinas Kesehatan beserta instansi dari sektor terkait lainnya sebagai upaya dalam mendapatkan dukungan penuh dari pemda,” jelasnya.
Sekda Sintang, Kartiyus berterima kasih sekali kepada Kemenkes dan Global Fund yang telah memercayakan Kabupaten Sintang sebagai lokus penerapan ILP dengan siklus hidup.
“Sebagai langkah awal dengan diterapannya integrasi pelayanan kesehatan sampai tingkat desa dan dusun, Dinas Kesehatan sebagai penanggung jawab program tentunya tidak dapat bekerja sendiri,” ujarnya.
“Melalui rapat koordinasi ini saya meminta kepada instansi terkait, camat, kepala desa, tim penggerak PKK dan kader posyandu untuk mendukung penuh penerapan ILP ini,baik dalam hal kelengkapan sarana dan prasarana, maupun dalam hal kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya,” pungkasnya.





