SINTANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, membuka pelaksanaan Profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, Selasa, 27 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sintang tersebut dihadiri Kepala BKPSDM Sintang Maryadi beserta jajaran, tim Kantor Regional V Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, serta para peserta profiling.
Dalam sambutannya, Kartiyus mengapresiasi pelaksanaan profiling ASN oleh BKN yang dapat diikuti secara gratis oleh ASN di lingkungan Pemkab Sintang.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan dengan serius, teliti, dan tidak terburu-buru. Menurutnya, hasil profiling dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan karier dan promosi jabatan ASN.
“ASN Pemkab Sintang harus berupaya agar bisa berada di kotak 7, 8, dan 9 supaya bisa mendapatkan promosi. Maka, saat mengikuti profiling ini, pelan saja, jangan tergesa-gesa karena waktunya tiga jam. Kalian bersaing dengan diri sendiri. Kalau ada SK atau dokumen yang penting, diunggah di MyASN,” pesan Kartiyus.
Ia menjelaskan, profiling ASN merupakan langkah strategis untuk mengenali potensi, mengukur kompetensi, serta mengetahui kapasitas aparatur secara lebih objektif dan terukur.
Menurut Kartiyus, keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia aparatur yang berintegritas dan mampu bekerja sesuai kebutuhan organisasi.
Karena itu, pengelolaan sumber daya manusia tidak cukup hanya didasarkan pada aspek administrasi dan masa kerja. Pengelolaan ASN juga harus didukung data kompetensi, potensi, kinerja, kualifikasi, serta rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Melalui profiling ini, kita berharap memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kapasitas ASN di lingkungan Pemkab Sintang. Hasilnya dapat menjadi salah satu dasar dalam merencanakan pengembangan kompetensi, pembinaan karier, pengisian jabatan, dan penerapan manajemen talenta sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Kartiyus menegaskan, tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut adalah penerapan prinsip the right place and the right position, yakni menempatkan ASN pada posisi yang tepat berdasarkan kompetensi, potensi, kinerja, integritas, dan kebutuhan organisasi.
Dengan demikian, setiap ASN diharapkan dapat dikembangkan secara optimal dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Kabupaten Sintang.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil profiling bukan satu-satunya dasar dalam pengambilan keputusan terkait karier dan penempatan jabatan. Hasil tersebut harus dipadukan dengan data kinerja, rekam jejak, kualifikasi, serta pertimbangan lain sesuai peraturan perundang-undangan.
Kepada seluruh peserta, Kartiyus berpesan agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, disiplin, jujur, dan penuh tanggung jawab. Ia meminta peserta memandang profiling bukan sebagai sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan sebagai kesempatan untuk mengenali potensi diri dan mengetahui kompetensi yang masih perlu dikembangkan.
Ia juga meminta BKPSDM Sintang agar menindaklanjuti hasil profiling dengan menyusun program pengembangan kompetensi yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Kita ingin membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Karena itu, perbaikan harus menjadi bagian dari upaya nyata untuk meningkatkan kualitas aparatur, memperkuat kinerja organisasi, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Sintang Maryadi menjelaskan, Profiling ASN Pemkab Sintang tahun 2026 diikuti 347 peserta dari berbagai jenjang jabatan.
Peserta tersebut terdiri atas 15 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 29 Pejabat Administrator, 66 Pejabat Pengawas, 58 Pejabat Fungsional, dan 179 Pelaksana.
Maryadi mengatakan, pelaksanaan profiling berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Oktober 2026, bertempat di Laboratorium Komputer BKPSDM Kabupaten Sintang.
Seluruh peserta dibagi dalam beberapa sesi dengan menyesuaikan kapasitas fasilitas komputer yang tersedia.
“Dari 347 peserta ini, kita bagi dalam empat hari. Satu hari masing-masing 100 orang. Satu kali pelaksanaan seperti yang kita laksanakan hari ini, pagi 50 orang dan siang 50 orang. Total komputer yang tersedia di Laboratorium Komputer BKPSDM saat ini ada 50 unit,” terang Maryadi.
RILIS PROKOPIM SINTANG





