SINTANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Kartiyus, menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang dimulai dari keluarga. Selain pengasuhan anak dan pembinaan remaja, ia juga mengungkapkan masih ada 211 desa di Kabupaten Sintang yang belum berstatus Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari buang air besar sembarangan.
Hal tersebut disampaikan Kartiyus saat membuka Jambore Kader Bina Keluarga Balita (BKB) dan Bina Keluarga Remaja (BKR) Tingkat Kabupaten Sintang Tahun 2026 di Aula Cadika Sintang, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat Edy Harmaeni, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Sintang beserta jajaran, serta para peserta jambore.
Kartiyus mengatakan, kader BKB dan BKR merupakan mitra pemerintah yang berkontribusi dalam memperkuat ketahanan keluarga di Kabupaten Sintang.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari peran keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Keharmonisan, ketahanan, dan kualitas keluarga turut menentukan perkembangan kehidupan sosial serta pembentukan karakter generasi penerus bangsa.
“Pembangunan sumber daya manusia dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran fundamental dalam pembangunan generasi bangsa,” ujar Kartiyus.
Ia menjelaskan, upaya tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sintang periode 2025–2029, yakni mewujudkan masyarakat Sintang yang maju, sejahtera, berkualitas, dan berkelanjutan. Hal itu juga selaras dengan misi peningkatan kualitas sumber daya manusia serta agenda pembangunan nasional.
211 Desa di Sintang Belum Berstatus ODF
Dalam kesempatan itu, Kartiyus turut menyinggung upaya pemerintah daerah mendorong desa-desa di Sintang mencapai status ODF.
Ia menyebutkan, sebanyak 180 desa telah berstatus ODF, sedangkan 211 desa lainnya masih perlu didorong untuk memenuhi kriteria tersebut.
“Saya terus mendorong desa-desa untuk deklarasi ODF. Sudah 180 desa ODF, sisa 211 lagi yang belum,” ungkapnya.
Kartiyus menegaskan, deklarasi ODF tidak dilakukan secara sembarangan. Desa yang akan mendeklarasikan status tersebut harus melalui proses verifikasi oleh Dinas Kesehatan untuk memastikan persyaratan yang ditetapkan telah terpenuhi.
Ia juga menekankan bahwa desa berstatus mandiri wajib memenuhi persyaratan ODF sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan perilaku hidup bersih masyarakat.
Kader Berperan dalam Menyiapkan Generasi Emas 2045
Lebih lanjut, Kartiyus menjelaskan bahwa pembinaan keluarga dilakukan melalui program Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lansia atau yang dikenal sebagai program Tribina.
Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua maupun anggota keluarga lainnya dalam mendampingi tumbuh kembang anggota keluarga sesuai tahapan usia.
Pembinaan mencakup aspek fisik, motorik, kecerdasan, emosional, hingga kemampuan sosial. Dengan pendampingan yang tepat, kebutuhan dan hak-hak anak diharapkan dapat terpenuhi sehingga mereka tumbuh dan berkembang secara optimal.
Karena itu, ia berharap Jambore Kader BKB dan BKR Tahun 2026 menjadi sarana bagi para kader untuk menambah pengetahuan serta keterampilan dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
“Saya berharap melalui kegiatan jambore ini seluruh peserta mendapatkan tambahan pengetahuan dan keterampilan terhadap tugasnya untuk memberikan edukasi kembali kepada orang tua yang mempunyai anak maupun remaja, terutama dalam memberikan pengasuhan yang baik,” katanya.
Kartiyus menilai peran kader sangat penting karena mereka menjadi penghubung antara program pemerintah dan keluarga di lingkungan masing-masing.
Ia pun mengajak para kader untuk memulai penerapan pola pengasuhan yang baik dari keluarga sendiri sebelum menjadi contoh bagi masyarakat sekitar.
“Tugas para kader sekalian adalah tugas yang mulia dalam mewujudkan ketahanan keluarga di wilayahnya masing-masing. Minimal dimulai dari dalam keluarga kita sendiri dan menjadi contoh atau role model di tengah-tengah masyarakat,” tutupnya.
RILIS PROKOPIM SINTANG






