SINTANG – Kecamatan Sepauk tercatat sebagai wilayah dengan kasus Tuberkulosis (TBC) tertinggi di Kabupaten Sintang. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini, usai kegiatan Launching Desa Sehat Siaga Tuberkulosis (TBC) di Pendopo Bupati Sintang, Selasa 11 November 2025.
“Kasus TB tertinggi ada di Kecamatan Sepauk, dengan jumlah mencapai 110 kasus,” ungkap Edy.
Ia menjelaskan, hingga saat ini sudah terdapat 8 desa di Kabupaten Sintang yang resmi menandatangani komitmen menjadi Desa Siaga TBC, sementara 33 desa lainnya sedang bersiap mendeklarasikan diri. “Kami terus mendorong agar seluruh 406 desa dan kelurahan di Kabupaten Sintang bisa menjadi desa siaga TBC,” ujarnya.
Edy menyebut, penanganan dan eliminasi TBC di Sintang dilakukan secara kolaboratif antara puskesmas, tenaga medis, dan kader di tingkat desa. “Puskesmas mempersiapkan tenaga medis dan dokter untuk membantu eliminasi TBC di lapangan. Sementara desa menggerakkan kader posyandu yang nanti akan mendapat pelatihan khusus terkait TBC,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa upaya eliminasi TBC meliputi beberapa tahapan, mulai dari promosi kesehatan, skrining, pengobatan, hingga pemantauan minum obat sampai pasien dinyatakan sembuh. “Prosesnya panjang dan butuh kerja sama semua pihak, termasuk stakeholder dan perusahaan yang bisa berkontribusi melalui program CSR,” terangnya.
Lebih lanjut, Edy menyebut bahwa dalam RAPBD Desa tahun 2026, kegiatan eliminasi TBC sudah mulai diintegrasikan melalui penandaan (tagging) anggaran di desa. “Kami berharap desa bisa mendukung kegiatan promosi, edukasi, dan skrining kesehatan yang dilakukan puskesmas dan kader di lapangan. Jadi kolaborasinya di situ — antara desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” pungkasnya.






