Sering Mati Lampu di Sintang, Yohanes Rumpak Desak PLN Segera Pulihkan Kelistrikan

oleh
Wakil Ketua DPRD Sintang , Yohanes Rumpak.

SINTANG –Wakil Ketua DPRD Sintang , Yohanes Rumpak, menanggapi banyaknya keluhan masyarakat terkait seringnya pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Ia meminta PLN memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab gangguan listrik sekaligus menyampaikan jadwal pemadaman kepada masyarakat agar dapat diantisipasi.

Menurut Yohanes Rumpak, kondisi pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini berbeda dengan situasi beberapa tahun terakhir, di mana pasokan listrik di Sintang relatif stabil.

“Pertama, saya berharap PLN menjelaskan kepada masyarakat mengapa akhir-akhir ini sering terjadi pemadaman. Sudah cukup lama kita tidak mengalami kondisi seperti sekarang,” ujarnya politisi yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sintang.

Ia mengatakan, masyarakat berhak mengetahui penyebab utama terjadinya pemadaman, apakah disebabkan oleh kekurangan bahan bakar seperti batu bara atau BBM, berkurangnya kapasitas pembangkit, atau adanya kerusakan pada salah satu unit pembangkit listrik.

“Nah, ini apakah memang kekurangan bahan baku, terutama batu bara atau BBM, atau kekurangan kapasitas. Kalau kekurangan kapasitas, penyebabnya apa? Apakah ada satu titik PLTU yang rusak atau memang pasokan bahan bakarnya yang kurang? Saya berharap persoalan ini segera diatasi,” katanya.

Yohanes menilai pemadaman listrik yang terus berulang akan berdampak luas, tidak hanya bagi pelaku usaha tetapi juga masyarakat secara umum yang kini sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Pemadaman terus-menerus tentu akan merugikan dunia usaha. Selain itu, rumah tangga hari ini juga sangat bergantung pada listrik. Aktivitas seperti penyediaan air, memasak, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya sekarang sudah bergantung pada listrik. Oleh karena itu, saya mohon persoalan ini segera diatasi,” tegasnya.

Selain meminta percepatan penanganan gangguan, Yohanes juga menekankan pentingnya transparansi dari PLN terkait jadwal pemadaman bergilir. Menurutnya, informasi tersebut harus disampaikan lebih awal agar masyarakat dapat mempersiapkan diri.

“Saya kira ini bagian yang penting. PLN harus transparan, di mana titik yang akan dipadamkan dan jam berapa pemadaman dilakukan sehingga masyarakat bisa mengantisipasi. Informasi jadwal pemadaman itu mestinya sudah diketahui tiga sampai lima hari sebelum pelaksanaannya,” ujarnya.

Ia berharap PLN bekerja lebih maksimal untuk segera memulihkan kondisi kelistrikan di Kabupaten Sintang sehingga pemadaman berkepanjangan tidak terus terjadi dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

No More Posts Available.

No more pages to load.